Dapatkan berita terbaru Cabang, Ranting dan Masjid Muhammadiyah di WhatsApp

Q
Logo Lpcr New

Kantor Jogja

Jalan KH. Ahmad Dahlan
No. 103 Yogyakarta 55262

Hubungi Kami

(0274) – 375025
0857 2963 8181 (WA)

LPCR.OR.ID – Masjid Baitul Mukhlisin berdiri di atas lahan seluas 750 meter persegi dan mampu menampung sekitar 300 jamaah. Lantai pertama difungsikan sebagai ruang utama ibadah, lengkap dengan serambi, dapur, ruang tamu, dan kantor kecil yang hangat menyambut tamu. Di sampingnya terdapat unit produksi air minum “AIRKU”, salah satu amal usaha kebanggaan masjid, serta klinik kesehatan sederhana untuk melayani masyarakat sekitar. Fasilitas modern seperti pendingin ruangan (AC), Wi-Fi, dan LCD menunjukkan bagaimana masjid ini merangkul jamaah muda di era digital.

Lantai dua menjadi pusat kegiatan lain, mulai dari shalat Jumat, ruang media sosial, ruang rapat, hingga perpustakaan kecil. Musafir pun dapat beristirahat di ruang khusus yang disediakan dengan ramah. Semua aktivitas berjalan di bawah budaya kerja takmir yang dikenal dengan semboyan “RCTI”—Ramah, Cepat, Tuntas, dan Ikhlas.

Masjid Baitul Mukhlisin Ponorogo berada di bawah naungan Pimpinan Ranting Muhammadiyah Nologaten Ponorogo, tepatnya di Jalan Lawu No. 28, Nologaten, Ponorogo. Masjid ini telah berdiri sejak tahun 1969. Sejak tahun 2024, masjid ini dilengkapi berbagai fasilitas tambahan, antara lain sistem keamanan CCTV, karpet motif Masjid Nabawi dari Turki, ruang multimedia, dan ruang rapat berkapasitas 16 orang, guna menunjang kenyamanan dan optimalisasi kegiatan.

Pengurus masjid sangat aktif menyelenggarakan berbagai program sosial, pendidikan, kesehatan, olahraga, bazar bahan pokok, dapur umum, dan pemberdayaan ekonomi umat. Beberapa program unggulan yang dijalankan antara lain Subuh Ceria, makan gratis untuk jamaah, layanan kesehatan, beasiswa pendidikan, serta pemberdayaan ekonomi melalui Bankziska, SuryaMart Baitul Mukhlisin, dan RestoMu.

Berkat pengelolaan yang profesional dan program-program yang berdampak luas bagi masyarakat, Masjid Baitul Mukhlisin dikenal sebagai salah satu masjid terbaik tingkat nasional versi CRM AWARD 2025. Masjid ini telah meraih berbagai penghargaan, dan menjadi inspirasi dalam pengelolaan masjid berbasis dakwah serta pemberdayaan masyarakat di Indonesia.

Perbaikan Manajemen Internal

Sejak tahun 2020, Pengurus Masjid Baitul Mukhlisin Ponorogo mulai melakukan berbagai pembenahan menyeluruh dalam pengelolaan masjid. Tampilan masjid diperbarui agar lebih menarik melalui pengecatan ulang serta penataan beberapa ruang penting, seperti ruang pertemuan, ruang marbot, kantor administrasi, dapur, hingga fasilitas tempat menginap.

Perbaikan juga dilakukan pada layanan kepada jamaah. Salah satunya adalah pembentukan “Abdi Dalem Masjid”, yaitu para pengurus dan jamaah yang dengan ikhlas berbakti untuk memakmurkan masjid. Selain itu, sistem pengelolaan keuangan dibuat lebih profesional, dengan pencatatan pemasukan, penggunaan dana, dan pelaporan yang rapi, modern, serta mudah dikontrol oleh pengurus. Sumber pemasukan dari jamaah, sumbangan berbagai pihak, dan hasil amal usaha dijadikan prioritas utama dalam pengelolaan keuangan masjid.

Periode perbaikan masjid secara menyeluruh tersebut dimulai Ketika kepengurusannya mulai dikelola oleh anak-anak muda, seperti: Bapak H. Suwardi dan Bapak H. Khoirul Anwar, H. Setyo Imani, H. Handaka, H. Abdullah Rivai, H. Dasuki, Moh. Arbangin, Ikhwan Kholidi, H. Jaelani, Dalhar Ashari, dan Ketua Tim Pengembang H. Uun Nopan (Mohon dilengkapi), masjid perlahan mengalami kemajuan signifikan. Pengelolaan masjid terus berkembang, baik dari sisi manajemen, program, maupun arah pengembangannya. Masjid tidak lagi sekadar menjadi tempat ibadah, tetapi tumbuh menjadi pusat kegiatan umat yang hidup dan produktif.

Kemajuan ini semakin terasa sejak 2023. Pada masa ini, Masjid Baitul Mukhlisin aktif mengembangkan berbagai program keagamaan, sosial, pendidikan, dan ekonomi. Kegiatan pengajian rutin, layanan sosial bagi jamaah, serta program pemberdayaan ekonomi umat dijalankan secara terstruktur dan berkelanjutan. Fasilitas masjid pun terus dimodernisasi, sehingga mampu menarik jamaah dari berbagai kalangan, termasuk generasi muda dan musafir. Kemajuan yang dicapai tidak hanya bersifat fisik, tetapi juga menyentuh aspek manajemen, pelayanan, serta peran sosial kemasyarakatan.

Pengembangan Amal Usaha

Masjid Baitul Mukhlisin Ponorogo terus melakukan pembenahan. Kemajuan tersebut semakin meluas dengan munculnya keberanian untuk membangun berbagai amal usaha sejak 2023. Salah satunya adalah SuryaMart Baitul Mukhlisin, sebuah mini market yang menyediakan berbagai kebutuhan rumah tangga. Kemudian ada RestoMu, rumah makan modern dengan lokasi yang luas, yang menyediakan ruang VIP untuk rapat besar maupun kecil. Menu yang disajikan mengusung konsep modern, namun tetap berkarakter khas kuliner Ponorogo. Selain itu, terdapat juga pabrik air minum yang bertujuan untuk mendukung kemandirian ekonomi masjid.

Masjid Ranting Muhammadiyah Nologaten Ponorogo juga memiliki tekad kuat untuk memudahkan jamaahnya memperoleh bahan makanan, terutama saat terjadi krisis akibat pandemi COVID-19. Saat itu, masjid menyediakan bahan pokok dengan harga lebih murah dibandingkan harga pasar, mulai dari minyak, telur, beras, sayuran, tepung terigu, dan lain-lain. Gagasan ini terbukti mampu mewujudkan kesejahteraan masyarakat, baik di bidang ekonomi maupun sosial.

Di bidang kesehatan, masjid ini menyediakan layanan kesehatan gratis harian serta pemeriksaan kesehatan rutin (general check-up) bagi jamaah dan masyarakat. Aktivitas olahraga dan senam pagi di sekitar masjid dilakukan secara rutin bagi bapak-bapak maupun ibu-ibu. Selain itu, masjid memberikan layanan pinjaman tanpa bunga, tanpa agunan, dan tanpa sita untuk mendukung pemberdayaan ekonomi jamaah yang terlibat hutang piutang dengan rentenir.

Program Keunggulan Masjid Baitul Mukhlisin

Masjid Baitul Mukhlisin hadir tidak sekadar sebagai tempat sholat, tetapi juga sebagai pusat kegiatan sosial, ekonomi, dan pendidikan bagi masyarakat sekitar. Berbagai program unggulan yang dijalankan masjid. Berikut ini rangkaian program yang menjadi bukti nyata peran masjid dalam membangun kebersamaan, kepedulian, dan kemajuan bersama.

  1. Subuh Ceria
    Program ini menyediakan sarapan prasmanan setelah salat Subuh berjamaah, dengan menu dari Resto D Sultan. Selain itu, anak-anak sekolah juga menerima uang saku dari takmir masjid.
  2. Makan Gratis Berbuka Puasa
    Selama bulan Ramadhan, masjid menyediakan 400 porsi makanan gratis setiap hari untuk berbuka puasa. Menu yang disajikan antara lain nasi, ayam goreng bumbu kecap, dan mi goreng.
  3. Layanan Kesehatan Gratis
    Masjid memberikan layanan kesehatan gratis bagi masyarakat sebagai bagian dari program pemberdayaan sosial.
  4. SuryaMart & RestoMu
    Dua badan usaha amal diluncurkan pada Agustus 2025: SuryaMart Baitul Mukhlisin dan RestoMu. Program ini bertujuan mendukung kemandirian ekonomi masjid.
  5. Pemberdayaan Usaha Kecil
    Masjid memberikan bantuan dan pembinaan untuk usaha kecil masyarakat sekitar sebagai wujud implementasi ajaran pemberdayaan ekonomi umat.
  6. Beasiswa MBM
    Masjid Baitul Mukhlisin menyediakan beasiswa untuk mendukung pendidikan anak-anak kurang mampu di wilayah Nologaten.

Program sosial lainnya meliputi:

  • Bantuan sebesar Rp 143 juta untuk 13 RT di sekitar masjid (Rp 11 juta per RT)
  • 1.000 porsi makanan setiap Jumat dan program berbuka puasa selama Ramadan
  • Insentif Rp 5.000 per hari bagi anak SD yang mengikuti salat Subuh berjamaah
  • Dukungan dari 4 karyawan inti, 30 relawan dapur, dan abdi dalem masjid

Langkah-langkah ini menunjukkan komitmen Masjid Baitul Mukhlisin dalam memberdayakan jamaah dan masyarakat sekitar secara ekonomi, sosial, dan spiritual.

Potret Jamaah Masjid Baitul Mukhlisin

Kegiatan masjid tidak hanya terjadi saat azan berkumandang. Mulai dari pengajian malam Ahad, ngaji Al-Kahfi setiap Jumat malam, hingga program “Jumat Berkah” yang menyediakan prasmanan bagi jamaah dan masyarakat sekitar. Tradisi ngopi bareng di Rabu Subuh menghadirkan nuansa keakraban, menjadikan masjid sebagai ruang sosial yang hangat dan terbuka.

Selain kegiatan ibadah, masjid juga aktif dalam pemberdayaan ekonomi. Melalui Baitul Mukhlisin Sejahtera Mart (BMS Mart) dan unit produksi AIRKU, masjid menumbuhkan kemandirian finansial sekaligus membuka lapangan kerja bagi warga. Setiap dua minggu sekali, bazar UMKM digelar melalui program “Gerakan Subuh Belanja”, menciptakan suasana ekonomi yang hidup sejak pagi.

Kreativitas jamaah juga terlihat dalam aktivitas sehari-hari, seperti jogging club dan senam STI, yang memperkuat ukhuwah sekaligus menumbuhkan gaya hidup sehat. Program Pendidikan Anak Sholeh (PAS) dan kajian parenting menunjukkan kepedulian masjid terhadap generasi muda. Saat Ramadan, masjid semakin hidup dengan tadarus, santunan, dan buka bersama yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat.

Pendanaan masjid bersifat mandiri, berasal dari kotak amal, donatur tetap, dan amal usaha seperti toko serta unit air minum. Beberapa fasilitas tambahan, termasuk Wi-Fi, terop, dan kursi, merupakan hasil donasi kreatif mitra lokal.

Kini, Masjid Baitul Mukhlisin menjadi contoh nyata bagaimana tempat ibadah bisa bertransformasi menjadi pusat pemberdayaan. Di bawah kepemimpinan takmir yang solid dan semangat gotong royong jamaah, dakwah hadir dalam berbagai bentuk—dari senyum pelayan toko, botol air minum, hingga langkah riang anak-anak menuju pengajian sore.

Bagi masyarakat Nologaten, masjid bukan sekadar ruang ibadah, tetapi simbol kebersamaan, kemandirian, dan keikhlasan. Islam hadir di sini tidak hanya melalui ritual, tetapi juga melalui kerja nyata yang menghidupkan ekonomi, menyehatkan jasmani, dan menumbuhkan akhlak. Baitul Mukhlisin adalah rumah bagi mereka yang memaknai ibadah sebagai jalan menuju kemajuan bersama, dengan hati yang ramah, kerja yang cepat, hasil yang tuntas, dan niat yang ikhlas.

Penutup

Belajar dari Masjid Baitul Mukhlisin Ponorogo, dapat disimpulkan bahwa kunci dalam menghidupkan dan memakmurkan masjid terletak pada kepemimpinan yang visioner dan profesional, manajemen internal yang tertata rapi, serta keterlibatan aktif jamaah dalam berbagai kegiatan. Dengan memadukan fasilitas yang modern dan nyaman, amal usaha yang mendukung kemandirian ekonomi, program sosial dan pendidikan yang terstruktur, serta budaya kerja yang berlandaskan prinsip RCTI (Ramah, Cepat, Tuntas, Ikhlas), masjid ini mampu menjadi pusat ibadah sekaligus pemberdayaan masyarakat.

Selain itu, masjid memiliki niat untuk membangun panel surya dan melakukan pengelolaan sampah secara produktif, sehingga kelak dapat menjadi Masjid Hijau yang ramah lingkungan. Partisipasi jamaah dan masyarakat luas dalam kegiatan keagamaan, sosial, dan ekonomi menjadikan masjid hidup, produktif, serta berperan nyata dalam meningkatkan kesejahteraan spiritual, sosial, dan ekonomi umat secara berkelanjutan. Dengan pengelolaan masjid yang begitu menginspirasi seperti tersebut di atas, sangat wajar apabila Masjid Baitul Mukhlisin dinobatkan sebagai Juara 1 dalam CRM Award 2025 (Cabang, Ranting, Masjid Award) yang diselenggarakan oleh LPCRPM PP Muhammadiyah.

l

Bagikan