Ponorogo – Dalam suasana penuh keberkahan Jumat pagi, 13 Februari 2026, Masjid Baitul Mukhlisin di Ponorogo, Jawa Timur, menjadi saksi kelancaran dan khidmatnya pembukaan Akademi Marbot Masjid Muhammadiyah (AM3) angkatan kelima wilayah Jawa Timur. Diselenggarakan oleh Lembaga Pengembangan Cabang Ranting dan Pembinaan Masjid (LPCRPM) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur, acara ini diikuti secara antusias oleh 54 peserta perwakilan dari 12 masjid terpilih se-Jawa Timur. Kegiatan ini bukan hanya sekadar pelatihan, melainkan momentum strategis untuk membekali para marbot modern dengan kemampuan manajerial, dakwah, dan pemberdayaan ekonomi jamaah, sejalan dengan visi masjid makmur memakmurkan.
Peserta yang hadir mewakili kebhinekaan geografis Jawa Timur, mulai dari wilayah Madura seperti Bangkalan, hingga Lamongan, Surabaya, Tuban, Jetis, Ponorogo, Jombang, Ngawi, Mojokerto, Batu, Bojonegoro, dan Malang. Sebelum rangkaian resmi dimulai, sesi perkenalan yang hangat digelar untuk mempererat silaturahmi, di mana setiap delegasi memperkenalkan diri beserta peran strategisnya di masjid masing-masing. Misalnya, Masjid Al-Bashiroh Ponorogo diwakili Edy Widodo selaku sekretaris takmir bersama imam tetap Ustaz Eko Wibowo dan pemuda masjid Ustaz Soirin Al-Hafidh. Delegasi Masjid Baiturrohim Bulubrangsi Laren Lamongan, dipimpin Sutikno, S.H., M.M. sebagai ketua takmir, mendapat sorotan khusus karena semangatnya yang membara siap membawa pulang ilmu berharga dan “virus kebaikan” untuk disebarkan kepada jamaah luas. Sesi ini tak hanya memecah kekakuan, tapi juga menumbuhkan rasa kebersamaan antar-perwakilan masjid yang berasal dari latar belakang berbeda.
Dipandu dengan apik oleh pembawa acara Ismini, acara dibuka dengan pembacaan basmalah bersama, diikuti lantunan ayat suci Al-Quran tentang kewajiban memakmurkan masjid oleh Ustaz Ulin Nuha. Suasana semakin khidmat saat hadirin menyanyikan Lagu Indonesia Raya dan Lagu Muhammadiyah, mencerminkan semangat kebangsaan dan keislaman yang menyatu. Rangkaian sambutan pun mengalir penuh inspirasi: Direktur AM3 Prof. Ir. Kusnadi, M.M., menyampaikan kegembiraan atas terwujudnya AM3 kelima di Ponorogo yang pertama kali diadakan di luar markas utama Masjid Al-Fattah sambil mendorong 12 masjid peserta untuk menjadikan masjidnya makmur dan mandiri pasca-pelatihan. Dr. Moh Sulthon Amien, M.M. selaku Wakil Ketua PWM Jawa Timur, dengan gaya provokatifnya yang khas, menekankan peran marbot sebagai ujung tombak kemakmuran masjid, sambil berbagi kisah inspiratif tentang Masjid Baitul Mukhlisin, Alfatah Tulungagung, dan Asyifa Lamongan sebagai masjid unggulan. Tak ketinggalan, Drs. Muh. Syafrudin, M.A. selaku Ketua PDM Ponorogo, membeberkan resep sukses Masjid Baitul Mukhlisin yang meraih peringkat satu nasional: koordinasi lintas tingkatan Muhammadiyah dan inovasi seperti tarhib Ramadan dengan hadiah umrah yang memukau 15.000 peserta.
Puncak acara ditandai arahan sekaligus pembukaan resmi oleh M. Jamaludin Ahmad, S.Psi., Psikolog. Ketua LPCRPM Pimpinan Pusat Muhammadiyah, yang menyerukan yel-yel bergema “Masjid makmur memakmurkan!” dan “Apapun masalahnya, masjid solusinya!”. Dengan penuh semangat, beliau memotivasi peserta agar mengelola masjid dengan ikhlas, gembira, dan bersyukur, karena masjid adalah tempat paling dimuliakan Allah. Beliau juga membuka peluang keterlibatan perempuan Muhammadiyah dalam pemakmuran masjid sesuai fatwa Majelis Tarjih, serta mendorong Jawa Timur menjadi PWM dengan markas AM3 terbanyak di Indonesia. Acara ditutup dengan doa oleh Ustaz Soirin, foto bersama, dan transisi mulus ke pelatihan intensif selama tiga hari (13-15 Februari 2026), yang akan membahas manajerial & tata kelola masjid, kemasjidan & dakwah, serta pemberdayaan ekonomi jamaah siap melahirkan generasi marbot modern yang handal.
Penulis: Alfian Imam Nafi
