LPCR.OR.ID – Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Jatinom, Klaten, Jawa Tengah, secara resmi berdiri pada 11 Desember 1929 dan disahkan oleh Pimpinan Pusat Muhammadiyah pada 10 April 1963. Sejak awal, PCM Jatinom fokus pada pemurnian ajaran Islam, pendidikan, dakwah melalui masjid dan musholla, layanan kesehatan melalui RS PKU, serta pengembangan ekonomi melalui BMT, KBIH, dan program pemberdayaan masyarakat. PCM Jatinom juga menekankan pendidikan inklusif, pelayanan kesehatan bagi masyarakat kurang mampu, dan pengembangan ekonomi berbasis syariah. Tantangan yang dihadapi antara lain keterbatasan keterlibatan pegawai AUM dalam bermuhammadiyah dan perlunya pembinaan kader muda. Harapannya, kader Muhammadiyah dapat berperan aktif dalam pemerintahan desa, pemerintahan daerah, dan legislatif untuk mendukung pembangunan masyarakat secara berkelanjutan.
Sejarah Singkat Muhammadiyah Jatinom
Cikal bakal Muhammadiyah Jatinom telah muncul sejak 1926 melalui pendirian Madrasah Diniyah Tahdzibus Sibyan oleh Abdul Ghoni, alumni Pondok Jamsaren Solo, yang kemudian diperkuat oleh H. Anwar, alumni Pondok Tebuireng Jombang. Madrasah ini menjadi dasar pengembangan pendidikan Muhammadiyah di sekitar Masjid Agung Ki Ageng Gribig Jatinom.
Secara organisatoris, PCM Jatinom dirintis oleh Zainuddin Sastrowijoyo dan Abdul Mu’id Muhadi. Cabang ini berdiri pada Senin Wage, 11 Desember 1929, dan memperoleh pengesahan resmi dari Pimpinan Pusat Muhammadiyah pada 10 April 1963. Namun, perkembangan Muhammadiyah Jatinom mulai terlihat sekitar tahun 1950, ditandai dengan berdirinya SMP Muhammadiyah 2 Jatinom (1953).
Pada masa awal, Muhammadiyah Jatinom mereka lebih memfokuskan gerakannya pada pemurnian ajaran Islam, penguatan pendidikan, dan perbaikan ekonomi umat. Tantangan yang dihadapi meliputi tekanan kolonial Belanda, konflik sosial-politik pascakemerdekaan, serta kuatnya tradisi kejawen dan komunitas abangan di wilayah Jatinom.
Sejak 1985, ketika Muhammadiyah dipimpin Pak AR Fachrudin, PCM Jatinom mengembangkan dakwah inklusif melalui Pengajian SIROIS (Siraman Rohani Islam) secara rutin. Yaitu sebuah pengajian umum pada setiap Ahad Kliwon yang disertai dengan operasi Pasar Rakyat serta program beasiswa. Ratusan jamaah yang hadir bisa menikmati jajanan pasar yang disediakan oleh para pedagang secara gratis, karena semua makanan sudah dibeli oleh Panitia. Model pengajian seperti ini berhasil menarik jamaah dari lintas latar belakang dan terus berlanjut hingga kini.
Profil Pimpinan Cabang Muhammadiyah Jatinom
Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Jatinom saat ini dipimpin oleh H. Ismadi, S.Pd., M.M. sebagai Ketua dan Muhammad Hidayat sebagai Sekretaris dan dibantu oleh pengurus lain berjumlah sembilan orang dan seluruhnya laki-laki. PCM memiliki kantor bersama yang digunakan oleh PCA dan organisasi otonom Muhammadiyah (Ortom), dan unit pendukung persyarikatan.
Dalam menjalankan dakwah dan pelayanan sosial kemasyarakatan, PCM Jatinom secara aktif menyelenggarakan berbagai kegiatan, antara lain pelatihan pemulasaraan jenazah yang melibatkan warga serta pengurus ranting, kajian keislaman rutin, pertemuan da’i mukim, dan pembinaan keluarga sakinah. Melalui Majelis Pemberdayaan Masyarakat, juga menyelenggarakan pelatihan pembuatan pupuk organik sebagai bentuk kontribusi nyata dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat, khususnya para petani.
Pembinaan Ranting
PCM Jatinom membawahi 18 Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) yang tersebar di seluruh desa di Kecamatan Jatinom. Setiap PRM memiliki struktur kepengurusan yang beragam sesuai kebutuhan, dengan jumlah pengurus minimal tujuh orang. Untuk memperkuat pembinaan organisasi, PCM Jatinom melakukan pengelompokan (rayonisasi) 18 PRM ke dalam tiga rayon, yaitu Rayon Barat, Rayon Selatan, dan Rayon Kota, yang masing-masing dibina langsung oleh 3 orang pengurus PCM untuk setiap rayon.
Pembinaan ranting dilakukan secara berkelanjutan melalui rapat rutin, pembinaan langsung dengan mendatangi setiap kegiatan ranting, serta penguatan kegiatan keagamaan dengan mengatkan kader para dai dari utusan ranting. PCM Jatinom secara rutin mendorong setiap PRM untuk menyelenggarakan pengajian rutin minimal satu bulan sekali, bahkan sebagian ranting telah mampu melaksanakan pengajian mingguan dan dua pekanan. Selain itu, PCM juga mengadakan pengajian rutin tingkat cabang dengan melibatkan dan mengundang seluruh ranting.
Melalui Majelis Tabligh dan Tarjih, PCM Jatinom mengembangkan program da’i mukim, yaitu para da’i Muhammadiyah yang secara rutin berkunjung dan mengajar di ranting-ranting. Setiap bulan, para da’i mukim menyampaikan laporan kegiatan kepada majelis dan memperoleh insentif dari PCM. Hingga saat ini, PCM Jatinom telah memiliki 19 da’i mukim yang aktif mendampingi ranting.
Dalam bidang ekonomi ranting, PCM Jatinom memandu PRM untuk mengembangkan usaha TOKOMU. Pembinaan dilakukan mulai dari pemberian modal awal, pelatihan dan pembinaan karyawan, pengawasan hasil penjualan, hingga pemasaran produk dan perluasan jaringan. PCM juga mengajak warga Muhammadiyah untuk mendukung usaha tersebut dengan berbelanja di TOKOMU sebagai bagian dari gerakan ekonomi persyarikatan.
Bidang Pendidikan
PCM Jatinom memiliki komitmen yang kuat di bidang pendidikan dengan mengelola berbagai sekolah, antara lain SMP Muhammadiyah 2, SMK Muhammadiyah 1, SMK Muhammadiyah 2, MBS (Muhammadyah Boarding School) MTS Muhammadiyah Raudlatul Nasi’in, MBS MA Muhammadiyah, PAUD, SDIT Annajah, SMP IT Muhammadiyah Annajah, Madrasah Diniyah, dan Tahzibun Sibyan.
Semangat PCM Jatinom dalam mendirikan sekolah tidak lepas dari keyakinannya bahwa penyebaran agama dan dakwah melalui pendidikan adalah jalan yang paling efektif. Pada masa itu, belum ada sekolah berbasis agama di Jatinom, sehingga sekolah Muhammadiyah menjadi satu-satunya lembaga pendidikan berbasis agama yang dikelola secara modern.
Sekolah-sekolah Muhammadiyah memiliki ciri khas yang membedakannya dari sekolah lain. Antara lain; biayanya relatif terjangkau, sehingga pendidikan berkualitas dapat dijangkau oleh lebih banyak keluarga di Jatinom. Selain itu, sekolah-sekolah ini, terutama SMK, dirancang untuk memenuhi harapan masyarakat agar anak-anak mereka memiliki keterampilan praktis dan siap bekerja setelah lulus. Bahkan, lulusan SMK Muhammadiyah memiliki peluang besar untuk meniti karier, karena sekolah aktif menyalurkan alumninya ke berbagai perusahaan, mulai dari industry garmen, swalayan, dan pabrik otomotif, hingga jaringan kerja yang membuka kesempatan bekerja di luar negeri, seperti Jepang, Korea, Malaysia, dan Brunei.
Di bidang otomotif, sekolah Muhammadiyah menonjol dengan jaringan kerja sama bersama Daihatsu. Selain itu, sekolah ini juga telah memperoleh sertifikat ISO untuk mutu pendidikan di bidang teknik jaringan multimedia, otomotif, mesin, dan tata busana.
PCM Jatinom juga menekankan pendidikan yang inklusif. Biaya pendidikan disediakan khusus bagi kaum kurang mampu. Panti asuhan Yatim Putra dikelola untuk memberikan biaya hidup dan pendidikan secara gratis hingga jenjang tertinggi. Saat ini, terdapat 17 anak laki-laki yang tinggal di panti dan diwajibkan bersekolah di Muhammadiyah, dengan harapan kelak menjadi kader Muhammadiyah. Selain itu, beasiswa bagi kaum miskin juga disalurkan melalui pengelolaan LAZISMU.
Bidang Kesehatan
PCM memiliki RS PKU Muhammadiyah yang awalnya didirikan sebagai Poliklinik dan rumah bersalin pada tahun 1973, kemudian berkembang menjadi RS PKU pada tahun 2010. Pembangunan rumah sakit ini dimulai dengan modal PCM sebesar 1 miliar rupiah, ditambah dana pinjaman dari BNI Syariah. Bahkan, salah satu ketua PCM mengagunkan sertifikat rumah dan tanah pribadinya untuk mendukung pembiayaan pembangunan RS. Selain itu, penggalangan dana juga dilakukan dari publik melalui forum-forum pengajian.
Pembiayaan pembangunan RS dilakukan melalui model wakaf tunai, mulai dari pembelian tanah hingga wakaf tunai kamar dengan harga bervariasi, misalnya: kelas 3 seharga 20 juta, kelas 2 seharga 25 juta, kelas 1 seharga 30 juta, dan VIP seharga 50 juta. Pewakaf tidak hanya berasal dari wilayah Jatinom, tetapi juga dari luar daerah bahkan dari seluruh Indonesia. Di PCM Jatinom, model penggalangan dana tradisional dilakukan melalui “ajon-ajon” atau bantingan, yang telah menjadi tradisi warga persyarikatan setiap kali ada pembangunan atau hajat khusus. Akhirnya RS PKU berdiri dengan kapasitas 107 tempat tidur, didukung oleh 28 dokter spesialis dan 14 dokter umum. Total karyawan sebanyak 470 orang.
Karyawan rumah sakit direkrut melalui proses rekrutmen terbuka secara profesional. Latar belakang mereka juga sangat beagam dan tidak harus dari kalangan kader atau keluarga Muhammadiyah. Namun, setelah bekerja, mereka diwajibkan mengikuti pembinaan serta praktik keagamaan sesuai nilai dan prinsip Muhammadiyah. Semua karyawan di Amal Usaha Muhammadiyah didorong untuk aktif menghidupkan gerakan Muhammadiyah di tingkat ranting masing-masing. Para karyawan di Amal Usaha Muhammadiyah juga didorong untuk menyisihkan infaq yang dibayarkan melalui LAZISMU, termasuk zakat profesi
RS PKU juga menyediakan layanan bagi pasien yang kurang mampu dan tidak memiliki BPJS, dengan syarat dibuktikan oleh rekoemndasi dari PRM dan Kepala Desa untuk kemudian diterima di PKU. Selain itu, rumah sakit memberikan potongan biaya berobat bagi pasien yang tidak mampu. Layanan RS Muhammadiyah terbuka tanpa membedakan agama atau latar belakang pasien. Jika pasien kelas tiga tidak mendapatkan kamar karena penuh, mereka tetap dapat dilayani dengan standar kelas satu tanpa biaya tambahan.
Bidang Ekonomi
PCM Jatinom mengembangkan BMT Jakwiyu, sebuah usaha amal milik PCM Jatinomo di bidang koperasi simpan-pinjam. Selain itu, PCM Jatinomo juga memiliki KBIH YSB (Yaqawiyyu Sarana Bersinar), yang setiap tahun mampu mendampingi sekitar 100 jamaah untuk ibadah umroh bagi umat Islam, tidak terbatas pada anggota Muhammadiyah.
Untuk sektor pertanian, saat ini baru berada pada tahap rintisan, berupa pelatihan pembuatan pupuk organik dari sisa buah dan sampah rumah tangga. Selama ini, ada pihak yang mengelola secara khusus, dan telah berhasil menghasilkan beberapa kwintal pupuk dengan melibatkan tiga orang per ranting. Pelatihan ternak kambing Etawa juga telah dilakukan, ditujukan bagi PRM, dengan rata-rata setiap ranting memiliki sekitar 10 kambing.
Kegiatan PCM bersama LAZISMU meliputi pembiayaan dakwah sosial, santunan bagi kaum miskin, janda, dan anak yatim, pemberian beasiswa, serta modal kerja. Dana ini dihimpun dari infaq dan sedekah warga persyarikatan, dengan total kurang lebih mencapai 1 miliar rupiah per tahun.
Bidang Masjid dan Musholla
PCM Jatinom memiliki 150 masjid dan musholla. Dari jumlah tersebut, baru 54 yang sudah bersertifikat Persyarikatan, sementara sisanya masih tercatat atas nama perorangan warga Muhammadiyah. Masjid yang telah dikelola oleh PCM dilengkapi plang dan memiliki sertifikat Persyarikatan. Sedangkan sisanya masih dalam proses pengalihan kepemilikan dari perorangan ke Persyarikatan. Ke-54 masjid yang sudah bersertifikat tersebut juga telah mendapatkan Surat Keputusan (SK) dari PCM.
Pengelolaan dai Muhammadiyah dilakukan melalui pertemuan bulanan untuk mengoordinasi 45 anggota tabligh. Setiap ranting memiliki minimal dua dai. Para dai diberi kesempatan untuk menyampaikan khutbah dan mengisi pengajian sesuai metode Muhammadiyah. Mereka juga diberikan SK oleh PCM sebagai pengakuan resmi. Selain itu, para dai bekerja sama dengan Majelis Tarjih untuk membahas berbagai persoalan keagamaan, sehingga pelaksanaan dakwah dapat lebih terarah dan sesuai pedoman Muhammadiyah. Para dai yang mengisi pengajian diberi insentif dari PCM.
Warga Jatinom tertarik untuk menunaikan salat dan mengikuti pengajian di masjid serta musholla Muhammadiyah karena pengelolaannya yang teratur, dilengkapi plang dan sertifikat Persyarikatan yang jelas. Para dai yang bertugas telah mendapatkan SK resmi dari PCM dan terlatih dalam menyampaikan khutbah, pengajian, serta bimbingan keagamaan. Hal ini membuat kegiatan ibadah dan pengajian lebih terstruktur dan bermutu.
Kegiatan keagamaan yang rutin, seperti pengajian dan tabligh, memudahkan warga untuk mengikuti ibadah secara konsisten. Hubungan yang dekat dengan para dai dan pengurus ranting juga memberikan rasa keterlibatan serta memudahkan warga berdiskusi mengenai persoalan agama. Lingkungan masjid dan musholla yang bersih, terawat, dan nyaman, ditambah reputasi Muhammadiyah sebagai lembaga dakwah yang moderat dan ilmiah, semakin membuat warga percaya dan nyaman dalam menunaikan ibadah serta belajar agama di sana.
Tantangan
Banyak orang yang selama ini bekerja di AUM Muhammadiyah belum memiliki spirit ke-Muhammadiyahan. Misalnya, mereka enggan aktif di ranting atau tidak banyak mendukung kegiatan Muhammadiyah. Untuk itu, akan dilakukan pembinaan secara personal, dengan menjadikan tingkat keaktifan seseorang dalam kegiatan Muhammadiyah sebagai salah satu indikator penilaian kinerja. Selain itu, perlu diterapkan mekanisme dan sanksi bagi mereka yang tidak menunjukkan komitmen.
Kaderisasi juga menjadi tantangan, terutama dalam menumbuhkan spirit ke-Muhammadiyahan pada anak-anak muda. Oleh karena itu, pembinaan ortom perlu diperkuat. Semua ortom akan diberikan dukungan, baik finansial maupun kegiatan, termasuk membantu anak-anak muda mencari pekerjaan. Pembangunan ortom di tingkat ranting juga penting untuk menumbuhkan spirit ke-Muhammadiyahan.
Harapan PCM
Sebagai warga mayoritas di Jatinom, kader-kader Muhammadiyah diharapkan bisa berperan aktif dalam struktur pemerintahan desa dan legislatif. Contohnya, sebagai kepala desa, anggota DPRD, penyuluh pertanian, anggota Badan Pengawas Desa, atau aparat birokrasi. Untuk mewujudkan harapan ini, salah satunya adalah dengan melakukan penguatan dan penyadaran kepada warga agar tidak terpengaruh politik uang saat pemilihan dan tidak bersikap pragmatis.
Penutup
Jejak perjuangan PCM Jatinom menunjukkan bahwa dengan keteguhan iman, semangat kebersamaan, dan inovasi yang berkelanjutan, perubahan nyata bagi masyarakat bukanlah sekadar impian. Dari pendidikan hingga kesehatan, dari dakwah hingga ekonomi, Muhammadiyah Jatinom membuktikan bahwa pelayanan yang tulus akan menumbuhkan generasi penerus yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kaya nilai kemanusiaan. Semoga perjuangan ini terus menginspirasi kita semua untuk berkontribusi nyata bagi kemajuan umat dan bangsa.
