LPCR.OR.ID – Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Tirtonirmolo Barat, Kasihan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta kembali menyelenggarakan Pengajian Rutin Bulanan Khusus Anggota Pimpinan Harian dan Anggota Bidang pada Sabtu (10/1/2026). Pengajian edisi ke-11 ini digelar di Musala At-Taqwa Kalipakis dengan mengangkat tema “Hindari Hadis Hoaks di Bulan Rajab.”
Pengajian menghadirkan narasumber Ustaz Budi Aditya Wardana, mubaligh muda lulusan Pendidikan Ulama Tarjih Muhammadiyah (PUTM) Yogyakarta. Dalam paparannya, Ustaz Budi menekankan pentingnya kecermatan umat Islam, khususnya warga dan pimpinan Muhammadiyah dalam menyikapi berbagai hadis tentang keutamaan ibadah di bulan Rajab yang marak beredar di masyarakat.
Dalam kesempatan pengajian tersebut Ustaz Budi mengupas keutamaan-keutamaan bulan Rajab yang dikupas dari Kitab Lathāiful Ma‘ārif karya Imam Ibnu Rajab al-Hambali.
“Warga, apalagi pimpinan Muhammadiyah harus cerdas dan tidak mudah percaya dengan hadis-hadis tentang keutamaan ibadah di bulan Rajab yang tidak jelas sumber dan kualitasnya. Muhammadiyah tidak menjadikan hadis lemah atau palsu sebagai dasar hukum (hujjah) untuk diamalkan, untuk itu ia mengajak jamaah untuk lebih selektif dan berpegang pada prinsip tarjih dalam beragama,” tegas Ustaz Budi.
Menurutnya, tidak sedikit hadis yang beredar melalui media sosial dan aplikasi pesan instan seperti WhatsApp yang tergolong hadis lemah (dhaif) bahkan palsu. Hadis-hadis tersebut seringkali dikaitkan dengan keutamaan khusus ibadah tertentu di bulan Rajab, padahal tidak memiliki dasar yang kuat.
Sebagai alternatif, Ustaz Budi menganjurkan agar umat Islam memaksimalkan ibadah-ibadah sunah yang telah jelas dasar hukumnya dan telah dicontohkan oleh Rasulullah SAW.
“Di bulan Rajab ini, sebaiknya kita memperbanyak ibadah sunah yang sudah jelas dalilnya, seperti puasa Senin dan Kamis, puasa ayyamul bidh, puasa Daud, salat tahajud, salat duha, salat qabliyah dan bakdiyah, salat tahyatul masjid, infak/sedekah serta ibadah sunah lainnya,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua PRM Tirtonirmolo Barat, Sofriyanto, yang memandu jalannya pengajian, menyampaikan refleksi spiritual terkait makna bulan Rajab. Ia menegaskan bahwa Rajab bukan sekadar pergantian waktu dalam kalender Hijriah, melainkan momentum untuk memperbaiki kualitas keimanan.
“Bulan Rajab adalah alarm spiritual bagi kita semua. Rajab mengajak kita untuk berhenti sejenak, mengevaluasi arah hidup, dan menyiapkan hati menyambut Ramadan,” ungkapnya.
Sofriyanto menambahkan, bulan Rajab merupakan kesempatan untuk memperbanyak taubat, memperhalus akhlak, dan meningkatkan kualitas ibadah, bukan hanya dari sisi kuantitas, tetapi juga keikhlasan dan kesungguhannya.
“Ibadah tidak selalu harus besar dan dramatis. Mulailah dari hal-hal kecil tapi konsisten, seperti menjaga salat, menahan lisan, meluruskan niat, dan menebar kebaikan. Jika Rajab dimanfaatkan dengan baik, insyaallah Sya’ban menjadi penguat dan Ramadan menjadi puncak perubahan diri,” pungkasnya.
Pengajian rutin bulanan ini diharapkan dapat memperkuat pemahaman keislaman anggota PRM Tirtonirmolo Barat sekaligus meneguhkan sikap beragama yang berlandaskan Al-Qur’an dan Sunah yang sahih sesuai manhaj tarjih Muhammadiyah.
