LPCR.OR.ID – Kader Ikatan Pelajar Muhammadiyah di Kabupaten Lamongan didorong untuk menjadi generasi muda yang mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat, terutama di tengah perkembangan teknologi dan arus informasi di era digital. Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan Pelatihan Kader Madya Taruna Melati II (PKMTM II) dan Pelatihan Digital yang diselenggarakan oleh Pimpinan Daerah Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PD IPM) Lamongan di SMK Muhammadiyah 6 Modo, Ahad (15 Maret 2026).
Kegiatan perkaderan yang berlangsung selama tiga hari dari Jumat hingga Ahad (13–15 Maret 2026) mengusung tema “Genealogi Kepemimpinan Berdampak Pengejawentahan Cita dan Nalar Transformatif.”
Acara penutupan diawali dengan pembukaan dan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, Mars Muhammadiyah, dan Mars Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM). Kegiatan ini juga diisi dengan sambutan dari sejumlah tokoh yang hadir.
Ketua Pelaksana kegiatan, Rizqi Farid Al Husni (Rifal), menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar agenda seremonial kaderisasi. Dia berharap pelatihan ini mampu melahirkan pelajar yang memiliki kesadaran sosial dan kepemimpinan. “Yang pertama adalah iqra atau membaca. Bukan hanya membaca buku atau Al-Qur’an, tetapi juga membaca keadaan yang terjadi di sekitar kita,” ujarnya.
Ia berharap nilai yang diperoleh selama kegiatan tidak berhenti di pelatihan saja, melainkan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. “Semoga apa yang sudah kita ikhtiarkan selama kegiatan ini tidak sia-sia dan tidak menjadi ritual belaka, tetapi bisa kita salurkan kepada orang lain. Khoirunnas anfauhum linnas, sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Umum PD IPM Lamongan, Dimas Julian Arman, menegaskan bahwa proses kaderisasi merupakan bagian penting dalam membentuk karakter kepemimpinan generasi muda. Dia menilai pengalaman berorganisasi akan melatih pelajar untuk memiliki ketekunan, semangat perjuangan, serta keberanian menghadapi tantangan kehidupan. “Kehadiran Bapak Husen sebagai seorang aktivis memberikan pelajaran bahwa hidup memang harus diperjuangkan dengan sungguh-sungguh dan tekun. Jika kita bersungguh-sungguh, Allah akan memberikan jalan,” ungkapnya.
Hal senada juga disampaikan oleh Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Modo, Drs. Ali Shodiqin, yang berharap para peserta PKMTM II mampu menjadi teladan di mana pun mereka berada. “Kami berharap seluruh peserta bisa menjadi teladan di mana pun nanti berada. Meskipun tidak di Lamongan, ketika berada di kampus atau di tempat lain tetap membawa nilai-nilai yang baik,” ujarnya.
Acara ini juga dihadiri oleh Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Lamongan, Husen, S.Ag., M.Pd., yang menyampaikan keynote speech mengenai pentingnya proses kaderisasi organisasi bagi generasi muda.
Melalui kegiatan ini, para kader IPM Lamongan diharapkan mampu menjadi generasi muda yang memiliki karakter kepemimpinan, kepedulian sosial, serta kesiapan menghadapi tantangan zaman di era digital.
