LPCR.OR.ID – Sarilamak — Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Lima Puluh Kota melalui Lembaga Pengembangan Cabang, Ranting dan Pembinaan Masjid (LPCRPM) menyelenggarakan kegiatan Pengajian Ramadhan dengan tema “KHGT dan Islam Berkemajuan: Mewujudkan Kesatuan Umat dan Peradaban Global.” Kegiatan ini berlangsung pada Ahad, 8 Maret 2026, bertempat di Aula ‘Aisyiyah / Gedung Baru PAUD ‘Aisyiyah Sarilamak, mulai pukul 08.00 hingga 15.30 WIB.
Pengajian Ramadhan ini diikuti oleh sekitar 40 peserta yang terdiri dari pimpinan cabang dan ranting Muhammadiyah serta pimpinan cabang dan ranting ‘Aisyiyah se-Kabupaten Lima Puluh Kota. Kegiatan ini diselenggarakan sebagai bagian dari upaya memperkuat pemahaman keislaman, memperkokoh ideologi gerakan, serta melakukan konsolidasi organisasi dalam momentum bulan suci Ramadhan.
Ketua PDM Lima Puluh Kota Buya Yusmar Khalif, MA dalam sambutan pembukaan menyampaikan bahwa Ramadhan merupakan momentum strategis untuk meningkatkan kualitas iman dan ilmu sekaligus memperkuat gerakan dakwah Muhammadiyah. Di tengah dinamika umat Islam global, persoalan perbedaan awal Ramadhan dan Idul Fitri masih menjadi salah satu tantangan yang berdampak pada kesatuan umat. Oleh karena itu, Muhammadiyah terus berikhtiar menghadirkan solusi melalui gagasan Kalender Hijriyah Global Tunggal (KHGT) yang dibangun di atas landasan syar’i serta pendekatan ilmu astronomi modern.
Materi pertama kajian mengupas Ramadhan sebagai momentum konsolidasi gerakan berkemajuan disampaikan oleh DR. H.M. Taufiq, M.Ag dosen UIN Bukittinggi. Dalam penyajian yang penuh interaktif ini dijelaskan bahwa bulan Ramadhan tidak hanya menjadi waktu untuk memperbanyak ibadah secara individual, tetapi juga menjadi kesempatan untuk memperkuat ideologi persyarikatan, meningkatkan loyalitas kader, serta mendorong transformasi sosial di tengah masyarakat. Gerakan dakwah Muhammadiyah lebih mengedepankan Gerakan sosial dalam dakwah amar makruf nahi mungkar. Ramadhan dipandang sebagai bulan pembaruan spiritual yang dapat melahirkan energi dakwah yang lebih kuat bagi gerakan Muhammadiyah.
Materi kedua membahas urgensi KHGT dalam perspektif syar’i dan astronomi, disajikan oleh DR. Yulius Ketua BAZNAS Kabupaten Lima Puluh Kota. Dalam pemaparan materi dijelaskan berbagai problematika yang muncul akibat perbedaan penetapan awal bulan Hijriyah, khususnya pada awal Ramadhan, Idul Fitri dan hari Arafah. Selain itu juga dipaparkan landasan hadits tentang rukyat dan hisab, seperti hadits Nabi SAW: “Berpuasalah kamu karena melihat hilal dan berbukalah kamu karena melihatnya” (HR. Bukhari dan Muslim). Ayat Al-Qur’an yang menjadi dasar penghitungan waktu juga disampaikan, antara lain QS. Yunus ayat 5 yang menjelaskan bahwa Allah menjadikan matahari dan bulan sebagai sarana perhitungan waktu bagi manusia.
Ustadz Hamdi samah selaku Panitia dalam hantaran kata pada pembukaan menjelaskan bahwa melalui kajian khusus Ramadhan ini adalah untuk memperluas wawasan para pimpinan tingkat akar rumput dalam memahami KHGT sebagai bagian dari visi Islam Berkemajuan yang mendorong integrasi antara iman, ilmu pengetahuan, dan peradaban global. Dengan kalender Hijriyah yang bersifat global, umat Islam di berbagai belahan dunia diharapkan dapat memiliki keseragaman waktu dalam ibadah yang bersifat kolektif, sehingga memperkuat simbol persatuan umat Islam sedunia.
Materi kedua membahas Ramadhan sebagai momentum konsolidasi gerakan berkemajuan disampaikan oleh DR. Taufiq dosen UIN Bukittinggi. Dalam sesi ini ditegaskan bahwa bulan Ramadhan tidak hanya menjadi waktu untuk memperbanyak ibadah secara individual, tetapi juga menjadi kesempatan untuk memperkuat ideologi persyarikatan, meningkatkan loyalitas kader, serta mendorong transformasi sosial di tengah masyarakat. Ramadhan dipandang sebagai bulan pembaruan spiritual yang dapat melahirkan energi dakwah yang lebih kuat bagi gerakan Muhammadiyah.
Kegiatan pengajian berlangsung secara interaktif melalui sesi diskusi dan tanya jawab. Para peserta menunjukkan antusiasme dengan menyampaikan berbagai pandangan dan pertanyaan terkait implementasi KHGT serta strategi memperkuat gerakan Muhammadiyah di tingkat cabang dan ranting.
Melalui kegiatan ini diharapkan para pimpinan Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah di tingkat cabang dan ranting semakin memahami urgensi KHGT serta semakin mantap dalam menggerakkan dakwah Islam Berkemajuan demi terwujudnya kesatuan umat dan peradaban Islam yang lebih maju di tingkat global, sebagaimana yang dituturkan oleh ustadz HM. Dekyanus, Ketua LPCRPM PDM Lima Puluh Kota.
Di akhir kegiatan, peserta merumuskan beberapa rekomendasi sebagai tindak lanjut, antara lain pentingnya sosialisasi gagasan Kalender Hijriyah Global Tunggal kepada warga persyarikatan dan masyarakat luas, menjadikan momentum Ramadhan sebagai sarana memperkuat gerakan jamaah dan dakwah berbasis masjid, serta akan mengadakan kegiatan kunjungan silaturrahim ke salah satu masjid unggulan terbaik nasional hasil CRM Award VI tahun 2025.
Kontributor: Dekyanus*
Sarjana Pendidikan Sejarah 1997. Ketua PDPM dan Komandan KOKAM periode 1998 -2002. Sekarang sebagai Kepala SMP Muhammadiyah Full Day Sarilamak dan Ketua LPCRPM PDM Lima Puluh Kota periode 2022-2027.
