LPCR.OR.ID – Upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pencegahan penyakit tidak menular, khususnya stroke, terus dilakukan melalui kegiatan berbasis komunitas. Salah satu wujudnya adalah kegiatan program preventif stroke berbasis fisioterapi yang dilaksanakan pada Minggu, 8 Maret 2026, di Mushola Al-Hafidz, Mancasan. Kegiatan ini berlangsung mulai pukul 09.30 WIB hingga menjelang waktu dzuhur.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Mubaligh Hijrah yang diselenggarakan oleh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Daerah Istimewa Yogyakarta, berkoordinasi dengan Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sleman, dan dilaksanakan oleh mahasiswa KKN dari Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta yang diterjunkan ke tingkat cabang dan ranting, termasuk di lingkungan Mushola Al-Hafidz Mancasan.
Acara ini diikuti oleh sekitar 50 peserta, mayoritas merupakan lansia, serta beberapa di antaranya adalah penyintas stroke (post stroke). Sasaran kegiatan ini adalah masyarakat sekitar mushola dalam lingkup jamaah dan warga Muhammadiyah, sehingga diharapkan dapat memberikan manfaat nyata dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.
Program ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pencegahan stroke melalui pendekatan promotif dan preventif berbasis fisioterapi. Stroke merupakan salah satu penyakit tidak menular dengan angka kejadian yang cukup tinggi dan berisiko menimbulkan kecacatan apabila tidak ditangani dengan baik.
Kegiatan ini mengintegrasikan edukasi fisioterapi dengan pemeriksaan kesehatan dasar. Edukasi yang diberikan meliputi pentingnya aktivitas fisik secara teratur, latihan sederhana yang dapat dilakukan di rumah, serta upaya menjaga keseimbangan dan mobilitas tubuh. Pendekatan ini bertujuan untuk meningkatkan kemandirian masyarakat, khususnya lansia, dalam menjaga fungsi tubuh dan mencegah risiko stroke.
Selain edukasi, peserta juga mendapatkan layanan cek kesehatan gratis berupa pemeriksaan tekanan darah dan gula darah sebagai langkah deteksi dini faktor risiko stroke. Berdasarkan hasil pemeriksaan, sebanyak 16 peserta teridentifikasi mengalami hipertensi, sedangkan peserta lainnya memiliki tekanan darah dalam kategori normal hingga rendah, tetapi masih dalam batas normal. Pada pemeriksaan gula darah puasa, ditemukan sebanyak 22 peserta memiliki kadar di atas 100 mg/dL, menunjukkan adanya peningkatan risiko gangguan metabolisme.
Pelaksanaan kegiatan dilakukan secara langsung melalui pemeriksaan dan penyuluhan oleh mahasiswa KKN dengan pendekatan edukatif dan komunikatif. Hal ini terlihat dari antusiasme peserta dalam setiap rangkaian kegiatan, baik saat pemeriksaan kesehatan maupun saat sesi edukasi berlangsung.
Kegiatan ini juga mencerminkan peran aktif mahasiswa dalam mendukung gerakan dakwah Muhammadiyah, khususnya dalam bidang kesehatan masyarakat. Melalui program KKN Mubaligh Hijrah, mahasiswa tidak hanya melaksanakan pengabdian, tetapi juga menghidupkan fungsi mushola sebagai pusat pembinaan umat, termasuk dalam aspek kesehatan.
Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan masyarakat dapat lebih memahami pentingnya menjaga kesehatan secara mandiri melalui pola hidup sehat, aktivitas fisik yang teratur, serta pemeriksaan kesehatan secara berkala. Fisioterapi diharapkan semakin dikenal sebagai bagian penting dalam upaya promotif dan preventif di masyarakat.
Ke depan, kegiatan serupa diharapkan dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan melalui sinergi antara PWM, PDM, serta masyarakat di tingkat cabang dan ranting Muhammadiyah.
Kontributor: Maryam*
Mahasiswa Program Studi Fisioterapi semester 6 di Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta. Memiliki minat dalam bidang kesehatan serta kegiatan sosial dan pengabdian kepada masyarakat. Selain menjalani perkuliahan, saya juga berpartisipasi dalam kegiatan keagamaan dan kemasyarakatan, salah satunya melalui program Mubaligh Hijrah Muhammadiyah sebagai bentuk kontribusi dalam dakwah dan pelayanan kepada masyarakat.
