YOGYAKARTA, LPCR.OR.ID — Ketika mendengar kata pembangunan kota, banyak orang langsung membayangkan gedung-gedung tinggi, jalan yang lebar, atau fasilitas umum yang modern. Padahal, pembangunan kota tidak hanya berbicara tentang pembangunan fisik. Sebuah kota juga membutuhkan masyarakat yang peduli, berpendidikan, dan memiliki semangat untuk terus berkembang. Dalam hal ini, pelajar memiliki peran yang cukup penting karena pelajar merupakan generasi yang akan melanjutkan pembangunan di masa depan.
Sebagai pelajar, penulis sering melihat berbagai permasalahan yang ada di lingkungan sekitar. Masih ada sampah yang dibuang sembarangan, fasilitas umum yang kurang dijaga, hingga rendahnya kesadaran sebagian masyarakat terhadap kebersihan lingkungan. Permasalahan seperti ini mungkin terlihat sederhana, tetapi jika dibiarkan terus-menerus dapat memengaruhi kualitas hidup masyarakat di sebuah kota.
Menurut penulis, peran pelajar dalam pembangunan kota dapat dimulai dari hal-hal kecil. Misalnya dengan menjaga kebersihan lingkungan sekolah dan tempat tinggal. Banyak orang menganggap bahwa tindakan tersebut tidak memberikan dampak besar. Namun, jika dilakukan oleh banyak pelajar secara bersama-sama, kebiasaan baik tersebut dapat menciptakan lingkungan yang lebih nyaman dan sehat.
Selain itu, pelajar juga dapat berperan sebagai penyebar informasi dan edukasi. Saat ini, hampir semua pelajar menggunakan media sosial. Media sosial tidak hanya digunakan untuk hiburan, tetapi juga dapat dimanfaatkan untuk mengajak masyarakat melakukan kegiatan positif. Pelajar dapat membagikan informasi mengenai pentingnya menjaga kebersihan, hemat energi, atau menjaga fasilitas umum yang tersedia. Dengan cara ini, pelajar turut membantu meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pembangunan kota yang berkelanjutan.
Peran lain yang tidak kalah penting adalah keterlibatan dalam kegiatan sosial. Banyak organisasi pelajar yang mengadakan kerja bakti, penggalangan dana, atau kegiatan kemasyarakatan lainnya. Melalui kegiatan tersebut, pelajar belajar untuk peduli terhadap lingkungan sekitar. Sikap peduli inilah yang nantinya akan menjadi modal penting dalam membangun kota yang lebih baik.
Penulis juga percaya bahwa pembangunan kota membutuhkan generasi muda yang memiliki karakter kuat. Kota yang maju tidak hanya dibangun oleh teknologi dan infrastruktur, tetapi juga oleh masyarakat yang jujur, disiplin, dan bertanggung jawab. Oleh karena itu, pelajar harus membiasakan diri untuk bersikap disiplin, menghargai aturan, dan memiliki rasa tanggung jawab terhadap lingkungan sekitar.
Di era digital saat ini, pelajar memiliki kesempatan yang lebih besar untuk berkontribusi. Berbagai informasi mengenai pembangunan, lingkungan, maupun inovasi dapat diakses dengan mudah. Pelajar dapat memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menambah wawasan dan mencari solusi terhadap berbagai masalah yang ada di lingkungan sekitarnya. Dengan pengetahuan yang dimiliki, pelajar dapat memberikan ide-ide kreatif yang bermanfaat bagi masyarakat.
Meskipun demikian, penulis menyadari bahwa pelajar masih memiliki keterbatasan. Masih belum memiliki kewenangan untuk mengambil keputusan besar terkait pembangunan kota. Namun, keterbatasan tersebut tidak berarti tidak bisa berkontribusi. Justru dari hal-hal sederhana seperti menjaga kebersihan, mengikuti kegiatan sosial, dan mengajak teman melakukan kebaikan, pelajar sudah ikut mengambil bagian dalam pembangunan kota.
Pada akhirnya, pembangunan kota merupakan tanggung jawab bersama. Pemerintah, masyarakat, dan pelajar memiliki peran masing-masing untuk mewujudkan kota yang nyaman dan maju. Sebagai pelajar, penulis percaya bahwa perubahan besar selalu dimulai dari langkah-langkah kecil yang dilakukan secara konsisten. Oleh karena itu, pelajar harus terus meningkatkan kepedulian sosial dan berani mengambil peran dalam membangun lingkungan yang lebih baik demi masa depan kota yang lebih maju.
Kontributor: Fadhli Tho’at Muzakki (Ketua Bidang Sarana Prasarana IPM / PR IPM PPM MBS Yogyakarta)
