LPCR.OR.ID – Masjid Walidah Dahlan Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta terus menunjukkan perannya sebagai pusat dakwah, pendidikan, dan pelayanan umat melalui berbagai program yang berkelanjutan. Salah satu program unggulan yang hingga kini masih berjalan dengan konsisten adalah Sangaji (Sarapan dan Ngaji). Program ini telah berlangsung hampir tiga tahun dan diselenggarakan secara rutin setiap hari Sabtu di akhir bulan.
Sangaji bukan sekadar kegiatan kajian keislaman, melainkan sebuah gerakan masjid yang memadukan unsur spiritual, edukatif, dan sosial. Kegiatan ini terbuka untuk seluruh jamaah tanpa batasan usia, latar belakang, maupun asal daerah. Keterbukaan inilah yang menjadikan Sangaji mendapat sambutan hangat dari masyarakat luas, khususnya warga Yogyakarta dan sekitarnya.
Dalam setiap pelaksanaannya, Sangaji menghadirkan tema-tema kajian yang menarik dan relevan dengan kehidupan sehari-hari. Materi yang disampaikan tidak hanya berfokus pada aspek ibadah, tetapi juga menyentuh persoalan akhlak, sosial, keluarga, serta penguatan nilai-nilai keislaman dalam kehidupan modern. Para pemateri yang dihadirkan pun berasal dari kalangan ustaz dan tokoh yang kompeten di bidangnya, sehingga kajian dapat diterima dengan baik oleh jamaah.
Keunikan Sangaji terletak pada konsepnya yang menyeluruh. Selain mendapatkan ilmu melalui kajian, jamaah juga memperoleh berbagai manfaat lainnya. Di antaranya adalah pemeriksaan kesehatan gratis yang menjadi bentuk kepedulian masjid terhadap kesehatan jamaah. Program ini sangat membantu, terutama bagi jamaah lanjut usia dan masyarakat umum yang jarang memiliki kesempatan untuk memeriksakan kesehatannya secara rutin.
Tidak hanya itu, dalam kegiatan Sangaji juga dilakukan pembagian sayur gratis kepada jamaah. Hal ini menjadi wujud nyata kepedulian sosial Masjid Walidah Dahlan terhadap kebutuhan dasar masyarakat. Kegiatan kemudian ditutup dengan sarapan soto bersama, yang semakin mempererat ukhuwah dan kebersamaan antarjamaah. Suasana kekeluargaan dan kebersamaan inilah yang menjadi daya tarik utama Sangaji.
Antusiasme jamaah terhadap kegiatan ini sangat tinggi. Jumlah jamaah yang hadir setiap bulan berasal dari berbagai wilayah di Yogyakarta, bahkan ada yang datang dari luar kota. Dalam beberapa pelaksanaan, jumlah jamaah yang hadir bisa mencapai sekitar 1.000 orang, sedangkan pada jumlah paling sedikit berkisar antara 500 hingga 600 jamaah. Angka ini menunjukkan bahwa Sangaji telah menjadi salah satu kegiatan masjid yang dinanti-nantikan oleh masyarakat.
Sangaji merupakan salah satu program bulanan Masjid Walidah Dahlan UNISA Yogyakarta. Selain program bulanan ini, masjid juga memiliki berbagai program mingguan yang tidak kalah penting. Program mingguan tersebut antara lain LATANSA (Latihan Tahsin) yang dilaksanakan setiap hari Senin ba’da Dzuhur, bertujuan untuk memperbaiki dan meningkatkan bacaan Al-Qur’an jamaah.
Kemudian ada KATAQU (Kajian Tafsir Al-Qur’an) yang dilaksanakan setiap malam Kamis ba’da Magrib. Program ini menjadi wadah bagi jamaah untuk memahami Al-Qur’an secara lebih mendalam. Selain itu, terdapat pula Kajian Akhlak yang dilaksanakan setiap malam Minggu ba’da Magrib, yang fokus pada pembinaan karakter dan moral islami. Masjid Walidah Dahlan juga menyelenggarakan TPA Lansia sebagai bentuk perhatian terhadap pembelajaran Al-Qur’an bagi usia lanjut.
Melalui berbagai program tersebut, Masjid Walidah Dahlan UNISA Yogyakarta tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat pembinaan umat yang aktif dan inklusif. Sangaji menjadi bukti nyata bahwa masjid dapat menghadirkan dakwah yang membumi, menyentuh kebutuhan jamaah, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Konsistensi selama hampir tiga tahun ini diharapkan dapat terus terjaga dan menjadi inspirasi bagi masjid-masjid lainnya dalam mengembangkan program berbasis jamaah dan kepedulian sosial.
Kontributor: Puspa W. Tobe, Mahasiswi Program Studi S1 Kebidanan | Ketua Samawa (Sahabat Masjid Walidah Dahlan )yang Di Bawah Naungan Ketua Takmir Masjid Walidah Dahlan UNISA Yogyakarta
