Tunjukkan Karya Cabang Ranting-mu, menangkan hadiah puluhan juta rupiah!

Q
Logo Lpcr New

Kantor Jogja

Jalan KH. Ahmad Dahlan
No. 103 Yogyakarta 55262

Hubungi Kami

(0274) – 375025
0857 2963 8181 (WA)

BANTUL, LPCR.OR.ID – UPTD Puskesmas Kasihan I menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi dan Edukasi Pertolongan Pertama Pada Luka Psikologis (P3LP) bagi First Aider di MTs Muhammadiyah Kasihan pada Kamis, 10 September 2026. Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 12.30 WIB ini merupakan bagian dari upaya promosi kesehatan jiwa di sekolah sekaligus mendukung layanan bimbingan dan konseling serta iklim keamanan sekolah, dan turut menjadi bagian dari dokumen portofolio akreditasi sekolah.

Dalam kegiatan ini, dr. Kriessita Andiyanti selaku Kepala UPTD Puskesmas Kasihan I bersama tim memberikan edukasi kepada para guru dan siswa dengan materi utama Buku Saku Pertolongan Pertama Pada Luka Psikologis (P3LP) untuk jenjang SMP dan SMA/SMK.

Dalam paparannya, narasumber menjelaskan bahwa masa remaja ditandai oleh perkembangan pesat pada aspek fisik, emosi, dan kognitif yang belum berjalan seimbang — diibaratkan seperti kendaraan yang melaju kencang namun belum bisa mengerem dengan baik. Kondisi ini membuat remaja, khususnya generasi Z, rentan mengalami stres akibat tekanan sosial dan media sosial. Data menunjukkan bahwa 1 dari 8 anak di dunia mengalami gangguan jiwa, dan separuh dari gangguan tersebut mulai muncul sebelum usia 14 tahun.

Peserta diperkenalkan pada konsep P3LP, yaitu adaptasi dari Psychological First Aid (PFA) berupa bantuan psikologis dasar bagi individu yang mengalami kejadian berat atau krisis. Ditegaskan bahwa P3LP bukan terapi maupun proses diagnosis, melainkan pertolongan awal yang dapat dilakukan siapa saja — baik guru, teman sebaya, maupun staf sekolah — dengan tetap menjaga prinsip sukarela dan kerahasiaan.

Peserta juga dibekali tiga prinsip tindakan P3LP yang dikenal dengan istilah 3M, yaitu Memperhatikan (mengamati kondisi dan reaksi emosional), Mendengarkan (secara aktif dan tanpa menghakimi), serta Menghubungkan (mengarahkan pada dukungan keluarga maupun tenaga profesional seperti Guru BK, Puskesmas, atau Psikolog/Psikiater). Selain itu, dijelaskan pula sistem alur rujukan tiga level di sekolah, mulai dari deteksi dini oleh teman sebaya dan wali kelas, penanganan awal oleh Guru BK, hingga rujukan cepat ke fasilitas kesehatan untuk kondisi darurat.

Materi lain yang disampaikan meliputi penanganan kasus perundungan (bullying) dalam berbagai bentuknya — fisik, verbal, nonverbal, sosial, hingga siber — serta strategi koping dan stabilisasi emosi bagi siswa, seperti teknik pernapasan 4-7-8 dan teknik grounding 5-4-3-2-1 untuk meredakan stres dan kepanikan.

Sebagai tindak lanjut, sekolah berkomitmen mengintegrasikan Buku Saku P3LP sebagai acuan kerja resmi bagi Guru BK, wali kelas, dan Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (TPPK), membentuk kelompok Peer Counselor dari siswa First Aider, serta memublikasikan informasi kontak layanan darurat kesehatan jiwa seperti Healing 119 ext. 8 dan SAPA 129 di area strategis sekolah.

Kegiatan ini diikuti dengan antusias oleh puluhan siswa dan guru, dan diharapkan dapat memperkuat kesiapsiagaan warga sekolah dalam mendeteksi serta memberikan dukungan awal bagi siswa yang mengalami masalah kesehatan jiwa.

Bagikan