Dapatkan berita terbaru Cabang, Ranting dan Masjid Muhammadiyah di WhatsApp

Q
Logo Lpcr New

Kantor Jogja

Jalan KH. Ahmad Dahlan
No. 103 Yogyakarta 55262

Hubungi Kami

(0274) – 375025
0857 2963 8181 (WA)

LPCR.OR.ID – “Di tengah masyarakat sering ada pertanyaan bagaimana memahami sifat Allah Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang ketika manusia dihadapkan pada musibah, penderitaan, maupun berbagai ujian kehidupan?”.

Demikian pertanyaan pembuka Ustaz Dr. Ghofar Ismail dalam Pengajian Khusus yang diselenggrakan oleh Pimpinan Ranting Muhammadiyah Tirtonirmolo Barat. Pengajian diselenggarakan pada hari Selasa 14 Juli 2026 di Masjid Menayu Kulon Tirtonirmolo Barat Kasihan Bantul.

Menjawab munculnya pertanyaan tersebut Ustaz Ghofar menyatakan, “Rahmat Allah tidak dapat dipahami hanya dari apa yang tampak di dunia, melainkan harus dilihat dalam bingkai iman, hikmah, dan tujuan akhir kehidupan manusia,” tegas Ghofar.

Ustaz Ghofar selanjutnya mengungkapkan, “Rahmat Allah harus didasarkan pada tiga pilar utama, yaitu kekuasaan mutlak Allah (rububiyah), kehidupan dunia sebagai tempat ujian (darul ibtila’), dan hikmah Ilahi yang senantiasa mengandung kebaikan bagi hamba-Nya. Allah memiliki sifat Ar-Rahman yang meliputi seluruh makhluk-Nya tanpa membedakan dan Ar-Rahim yang merupakan kasih sayang khusus yang dianugerahkan kepada hamba-hamba yang beriman dan bertakwa taat menjalani pertintah-Nya dan meninggalkan larangan-Nya. Dengan pemahaman tersebut, jamaah diajak untuk memiliki cara pandang yang lebih utuh dalam menyikapi berbagai peristiwa kehidupan yang terkadang sulit dipahami oleh akal manusia.”

“Karena itu, seorang mukmin dituntut untuk senantiasa berprasangka baik kepada Allah (husnuzan), bersabar dalam menghadapi ujian, dan meyakini bahwa rahmat Allah senantiasa lebih luas dari pada apa yang mampu dijangkau oleh pandangan manusia,” lanjut Ustaz Ghofar.

Ustaz Ghofar menutup kajian dengan ajakan, “Setiap muslim menjadikan musibah sebagai sarana untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah Swt. Sikap seorang mukmin diwujudkan melalui keimanan yang kokoh, lisan yang senantiasa beristirja’ ketika mendapat musibah, serta amal berupa kesabaran dan rasa syukur dalam setiap keadaan. Sebagai umat Islam hendaknya senantiasa mencari rahmat Allah di balik setiap ujian kehidupan, bukan justru mencela rahmat-Nya karena musibah yang menimpa. Dengan demikian, setiap ujian yang dihadapi akan menjadi jalan menuju kedewasaan iman dan kebahagiaan yang hakiki di dunia maupun di akhirat,” pungkas Ustaz Ghofar.

Ketua PRM Tirtonirmolo Barat, Sofriyanto, menambahkan, “Ar-Rahman (Maha Pengasih) ibarat matahari yang menyinari semua orang, tidak membedakan latar belakang sosial, kaya-miskin, domisili tinggal, warna kulit, rajin salat ata malas salat, dan lain-lain, semua dapat sinarnya, dapat rezekinya, dan dapat nafasnya udaranya. Rahmat Allah yang umum itulah Kasih.”

“Sedangkan Ar-Rahim (Maha Penyayang) itu ibarat pelukan istri kepada suami. Nggak semua orang dipeluk. Sayang Allah hanya untuk hamba yang mau dekat dengan Allah. Yang mau taat, sabar, memaafkan, berbuat baik kepada tetangga, menolong orang lain, yang mau salat, ngaji, jujur,” pungkas Sofriyanto.

Bagikan