Dapatkan berita terbaru Cabang, Ranting dan Masjid Muhammadiyah di WhatsApp

Q
Logo Lpcr New

Kantor Jogja

Jalan KH. Ahmad Dahlan
No. 103 Yogyakarta 55262

Hubungi Kami

(0274) – 375025
0857 2963 8181 (WA)

Oleh: Rafi Attaqi Ahsan, PR IPM MBS Putra Yogyakarta

LPCR.OR.ID – Kota merupakan tempat berkembangnya berbagai aktivitas manusia, mulai dari pendidikan, ekonomi, sosial, budaya, hingga perkembangan teknologi. Kota bukan sekedar hamparan beton, gedung pencakar langit, atau aspal yang meluas. Kemajuan sebuah kota yang hakiki justru tercermin dari kualitas manusia yang hidup di dalamnya. Pembangunan kota yang ideal membutuhkan kerja sama dari seluruh elemen masyarakat, termasuk generasi muda. Sebagai seorang pelajar sekaligus bagian dari Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM), saya melihat bahwa pelajar memiliki peran strategis dalam ikut membangun kota melalui ilmu, kreativitas, kepedulian, dan aksi nyata.

Pelajar sering dianggap hanya sebagai seseorang yang memiliki kewajiban untuk belajar dan menuntut ilmu. Namun, pandangan tersebut perlu diperluas karena pelajar merupakan calon pemimpin masa depan yang akan menentukan arah perkembangan masyarakat. Pelajar memiliki energi, ide, serta semangat perubahan yang dapat menjadi kekuatan besar dalam pembangunan kota. Oleh karena itu, pelajar tidak boleh hanya menjadi penonton terhadap perkembangan kota, tetapi harus menjadi bagian dari proses perubahan tersebut.

Sebagai kader IPM, kami dididik dengan napas “Pelajar Berkemajuan” dalam menciptakan perubahan yang positif. Sebuah spirit yang menuntut kami tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap lingkungan sosial. Nilai tersebut dapat diwujudkan melalui kontribusi nyata dalam pembangunan kota.

Salah satu peran utama pelajar dalam pembangunan kota adalah meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan. Pendidikan merupakan fondasi utama dalam membangun masyarakat yang maju. Pelajar yang memiliki ilmu pengetahuan, keterampilan, dan karakter yang baik akan menjadi generasi yang mampu menghadapi tantangan zaman. Dengan belajar secara sungguh-sungguh, mengembangkan potensi diri, serta memperluas wawasan, pelajar sedang mempersiapkan diri untuk menjadi bagian penting dalam pembangunan kota di masa depan.

Selain melalui pendidikan, pelajar juga dapat berkontribusi dalam pembangunan kota dengan membangun kepedulian terhadap lingkungan sekitar. Kota yang maju tidak hanya membutuhkan pembangunan fisik, tetapi juga membutuhkan lingkungan yang sehat dan nyaman. Sebagai pelajar, kita dapat memulai dari hal-hal sederhana seperti menjaga kebersihan, mengurangi sampah, merawat fasilitas umum, serta mengajak masyarakat untuk peduli terhadap lingkungan. Kebiasaan tersebut merupakan bentuk tanggung jawab sosial yang dapat memberikan dampak positif bagi kota.

Peran pelajar dalam pembangunan kota juga dapat dilakukan melalui kegiatan sosial dan pemberdayaan masyarakat. Sebagai bagian dari IPM, pelajar dapat ikut serta dalam berbagai kegiatan yang memberikan manfaat bagi masyarakat, seperti bakti sosial, kegiatan pendidikan masyarakat, penggalangan bantuan, atau program kepedulian sosial. Melalui kegiatan tersebut, pelajar dapat belajar memahami kondisi masyarakat sekaligus memberikan kontribusi sesuai dengan kemampuan yang dimiliki.

Selain itu, perkembangan teknologi memberikan peluang besar bagi pelajar untuk ikut serta dalam pembangunan kota. Generasi muda saat ini memiliki kedekatan dengan dunia digital, sehingga teknologi dapat menjadi alat untuk menciptakan perubahan. Pelajar dapat memanfaatkan media sosial untuk menyebarkan informasi positif, membuat kampanye tentang kepedulian sosial, atau memperkenalkan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat. Penggunaan teknologi secara bijak dapat membantu menciptakan kota yang lebih modern dan terhubung.

Pelajar juga memiliki peran sebagai penyampai aspirasi masyarakat. Melalui organisasi seperti IPM, pelajar dapat belajar menyampaikan gagasan, berdiskusi, dan mencari solusi terhadap berbagai permasalahan yang ada di sekitar. Suara pelajar penting karena generasi muda memiliki sudut pandang yang kreatif dan inovatif. Ide-ide dari pelajar dapat menjadi masukan yang berharga dalam menciptakan pembangunan kota yang lebih baik.

Namun, dalam menjalankan peran tersebut, pelajar juga menghadapi berbagai tantangan. Salah satunya adalah kurangnya kesadaran sebagian pelajar terhadap pentingnya berkontribusi dalam masyarakat. Masih ada anggapan bahwa pembangunan kota hanya menjadi tugas pemerintah atau orang dewasa. Padahal, perubahan besar selalu dimulai dari langkah kecil yang dilakukan bersama-sama. Pelajar perlu menyadari bahwa setiap tindakan positif yang dilakukan dapat menjadi bagian dari pembangunan.

Tantangan lainnya adalah pengaruh negatif dari perkembangan zaman. Kemajuan teknologi dan perubahan sosial membawa banyak manfaat, tetapi juga memiliki risiko apabila tidak digunakan dengan baik. Oleh karena itu, pelajar perlu memiliki karakter yang kuat, kemampuan berpikir kritis, serta nilai moral yang baik agar dapat menjadi generasi yang mampu membawa perubahan positif.

Sebagai pelajar Muhammadiyah, pembangunan kota juga harus dilandasi dengan nilai-nilai Islam berkemajuan. Islam mengajarkan manusia untuk menjadi pribadi yang bermanfaat bagi sesama. Oleh karena itu, kontribusi pelajar dalam pembangunan kota bukan hanya tentang menciptakan kemajuan secara fisik, tetapi juga membangun masyarakat yang berakhlak, peduli, dan memiliki rasa tanggung jawab sosial.

Pembangunan kota membutuhkan generasi muda yang tidak hanya memiliki kemampuan intelektual, tetapi juga memiliki karakter kepemimpinan dan kepedulian. Pelajar yang aktif, kreatif, dan peduli akan mampu menjadi penggerak perubahan. Melalui organisasi seperti IPM, pelajar dapat mengembangkan kemampuan diri sekaligus belajar memberikan manfaat bagi masyarakat luas.

Kesimpulannya, pelajar memiliki peran yang sangat penting dalam pembangunan kota. Sebagai anggota IPM, saya percaya bahwa pelajar dapat berkontribusi melalui pendidikan, kepedulian sosial, pemanfaatan teknologi, serta gerakan nyata di lingkungan masyarakat. Pelajar bukan hanya generasi penerus yang akan menikmati hasil pembangunan, tetapi juga generasi yang harus ikut menciptakan pembangunan tersebut. Langkah kecil yang konsisten dari ruang-ruang kelas dan komunitas pelajar akan menjadi gelombang besar yang mengantarkan kota kita menjadi ruang hidup yang berkemajuan, berkarakter, dan berkemanusiaan.

Bagikan