Tunjukkan Karya Cabang Ranting-mu, menangkan hadiah puluhan juta rupiah!

Q
Logo Lpcr New

Kantor Jogja

Jalan KH. Ahmad Dahlan
No. 103 Yogyakarta 55262

Hubungi Kami

(0274) – 375025
0857 2963 8181 (WA)

JEPARA — Lembaga Pengembangan Cabang dan Ranting serta Lembaga Pembinaan Masjid Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Tengah menggelar EXPO dan Pemilihan Cabang, Ranting, dan Masjid Unggulan di Aula SD Muhammadiyah Belimbingrejo, Kecamatan Nalumsari, Kabupaten Jepara, Sabtu, 8 Agustus 2026.

Kegiatan yang berlangsung pada 8–9 Agustus 2026 tersebut menjadi ruang apresiasi sekaligus ajang berbagi praktik baik dari Cabang, Ranting, dan Masjid Muhammadiyah se-Jawa Tengah. Berbagai inovasi ditampilkan, mulai dari penguatan kaderisasi, pemberdayaan ekonomi, pelayanan sosial, pengelolaan amal usaha, hingga gerakan peduli lingkungan.

Acara dihadiri Ketua LPCRPM Pimpinan Pusat Muhammadiyah, H. Muhammad Jamaludin Ahmad, S.Psi., Psikolog, jajaran Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Tengah, Pimpinan Daerah Muhammadiyah se-Jawa Tengah, Pimpinan Cabang dan Ranting, Pengelola Masjid, dewan juri, serta peserta dan penggembira Muhammadiyah.

Cabang dan Ranting sebagai Ujung Tombak

Dalam amanahnya, Ketua LPCRPM PP Muhammadiyah, H. Muhammad Jamaludin Ahmad menekankan bahwa Cabang dan Ranting bukan sekadar struktur administratif organisasi. Keduanya merupakan basis utama gerakan dakwah, kaderisasi, pelayanan sosial, pemberdayaan masyarakat, dan pengembangan Amal Usaha Muhammadiyah.

Menurutnya, kekuatan Muhammadiyah sangat ditentukan oleh kehidupan organisasi di tingkat akar rumput. Cabang dan ranting harus mampu hadir secara aktif, tertata, mandiri, serta memiliki program yang berkelanjutan dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Dakwah juga didorong agar tidak berhenti pada kegiatan ceramah dan pengajian. Dakwah Muhammadiyah perlu diwujudkan melalui pendidikan, kesehatan, pelayanan sosial, pemberdayaan ekonomi, kepedulian terhadap lingkungan, serta berbagai program yang menjawab persoalan masyarakat.

“Keunggulan Cabang dan Ranting tidak hanya diukur dari besarnya aset atau banyaknya Amal Usaha, tetapi dari seberapa besar manfaat yang dapat diberikan kepada umat dan masyarakat,” demikian pokok amanah yang disampaikan dalam kegiatan tersebut.

Generasi Muda dan Kemandirian Organisasi

Salah satu perhatian utama dalam amanah tersebut adalah pentingnya kaderisasi dan pelibatan generasi muda. Cabang dan Ranting diharapkan membuka ruang yang luas bagi anak muda untuk terlibat dalam kepemimpinan, pengelolaan program, dakwah digital, pengembangan teknologi, serta penguatan organisasi otonom Muhammadiyah.

Selain kaderisasi, peserta juga didorong membangun tata kelola organisasi yang profesional, transparan, dan berkemajuan. Pengelolaan wakaf, Lazismu, koperasi, BTM, Amal Usaha, dan unit ekonomi lainnya perlu diarahkan untuk memperkuat kemandirian dakwah serta pelayanan umat.

Cabang dan Ranting yang lebih maju juga diharapkan tidak berjalan sendiri. Mereka perlu mendampingi dan membina cabang atau ranting lain melalui pertukaran pengalaman, dukungan sumber daya manusia, pendampingan kelembagaan, penguatan dakwah, dan bantuan permodalan.

Masjid sebagai Pusat Pembinaan Umat

Dalam kegiatan tersebut, masjid juga ditempatkan sebagai salah satu pusat penting gerakan Muhammadiyah. Masjid tidak hanya dipandang sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat pendidikan, kajian, kaderisasi, pelayanan sosial, pemberdayaan masyarakat, dan penguatan ukhuwah.

Semangat ini tampak dalam berbagai program yang dipresentasikan peserta, seperti pengelolaan masjid dan musala, kajian rutin, santunan anak yatim, penyediaan mobil pelayanan masyarakat, jambanisasi, hingga pengembangan kegiatan sosial berbasis jemaah.

Dengan demikian, masjid diharapkan mampu menjadi ruang yang terbuka, hidup, ramah bagi generasi muda, serta mampu menjawab kebutuhan masyarakat di sekitarnya.

Dari Pengelolaan Sampah hingga Pertanian Organik

Aspek lingkungan menjadi salah satu tema yang menonjol dalam presentasi peserta. Sejumlah cabang dan ranting memaparkan program penanaman pohon, penghijauan, pengelolaan sampah, sedekah rongsok, pembuatan sumur resapan, dan pengembangan pertanian ramah lingkungan.

Program-program tersebut menunjukkan bahwa kepedulian lingkungan mulai ditempatkan sebagai bagian dari dakwah nyata Muhammadiyah. Kebersihan, pengurangan sampah, pemanfaatan lahan wakaf produktif, dan pembiasaan perilaku ramah lingkungan diharapkan menjadi gerakan bersama dari masjid hingga masyarakat.

Ajang Berbagi Praktik Baik

Dalam sesi pemilihan, setiap peserta diberikan waktu tiga menit untuk mempresentasikan program dan keunggulan masing-masing. Setelah itu, dewan juri menyampaikan tiga pertanyaan yang harus dijawab dalam waktu maksimal satu menit untuk setiap pertanyaan.

Beberapa pertanyaan utama berkaitan dengan keterlibatan generasi muda di bawah usia 40 tahun, peran Cabang dalam membina Cabang dan Ranting lain, serta program pelestarian lingkungan dan pembentukan akhlak peduli lingkungan.

Cabang yang tampil antara lain PCM Ajibarang, PCM Kroya, PCM Kertanegara, PCM Muntilan, PCM Ngadirejo, PCM Wonosobo, PCM Gubug, PCM Kebakkramat, PCM Ngawen, dan PCM Cepu. Sementara itu, presentasi ranting diikuti antara lain oleh PRM Singasari, PRM Donorejo, PRM Keuangan, PRM Bumiayu, PRM Klegen, PRM Bancak 1, PRM Bayat, PRM Bucu 1, dan PRM Papringan.

Berbagai program yang dipaparkan meliputi pengembangan Ranting baru, pembinaan kader, penguatan jemaah, pengelolaan Amal Usaha Pendidikan, pemberdayaan ekonomi, pelayanan kesehatan, bantuan sosial, pengelolaan Lazismu, serta pemanfaatan teknologi untuk dakwah.

Momentum Memperkuat Muhammadiyah dari Akar Rumput

EXPO dan Pemilihan Cabang, Ranting, dan Masjid Unggulan yang dilaksanakan oleh LPCR dan LPM PWM Jawa Tengah ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mempertemukan berbagai pengalaman, inovasi, dan solusi dari warga Muhammadiyah di seluruh Jawa Tengah.

Melalui kegiatan ini, Cabang, Ranting, dan Masjid se-Jawa Tengah didorong untuk terus berbenah, memperkuat kolaborasi, melibatkan generasi muda, meningkatkan kualitas pelayanan, dan menghadirkan dakwah yang benar-benar dirasakan manfaatnya.

Gerakan Muhammadiyah di tingkat akar rumput diharapkan semakin hidup, mandiri, inklusif, serta mampu menjadi solusi bagi persoalan pendidikan, sosial, ekonomi, kesehatan, lingkungan, dan pembinaan umat.

Bagikan