Ketua PRM Brengkok: Liswanto, S.Pd.I

Ranting desa Brengkok berdiri pada tahun 1986. Saat itu jumlah warga Muhammadiyah di desa Brengkok sangat sedikit. Sebelum berdirinya Muhammadiyah di desa Brengkok, diketahui Kondisi masyarakat saat itu mengalami krisis agama dan pendidikan. Alhasil, berbagai macam praktik syirik, tahayul, bid’ah dan khurafat biasa terjadi diberbagai macam kalangan.

Pada tahun 1970, hadirlah seorang pemuda bernama Muhammad Sa’idun yang berinisiatif menanamkan paham Muhammadiyah. Tantangan dan tentangan dari masyarakat awam terhadap dakwah Muhammadiyah begitu terasa oleh beliau dan beberapa pemuda lainnya. Tidak hanya itu, golongan tertentu yang melestarikan tradisi tanpa ada batasan syariat pun begitu keras menghalangi gerakan dakwah Muhammadiyah dengan dalih “tradisi turun-temurun, jangan mengolok-olok nenek moyang, dan lainnya”. Muhammad Sai’dun dan kawan-kawan bekerja dengan sangat keras untuk melakukan dakwah Muhamamdiyah yaitu gerakan Dakwah Islam dengan dasar gerakan Al-Qur’an dan Sunnah. Tokoh-tokoh Muhammadiyah desa Brengkok waktu itu, diantaranya: M. Sa’idun, M. Suhada’, Sugeng, Ahmad dan H. Tasmirun.

Gerakan dakwah yang dilakukan dengan semangat amar makruf nahi munkar, diantara inisiasi strategi yang M. Sa’idun lakukan diantaranya:

  1. Kaderisasi, membimbing para pemuda agar menjadi umat islam yang berguna dan peduli.
  2. Transformasi, membimbing jalan pemikiran dan kehidupan kearah hidup islami.
  3. Purifikasi, membimbing praktik ibadah yang sesuai dengan syariat islam dan tidak bertentangan dengannya.
  4. Pembangunan dan pemeliharaan tempat ibadah dan sarana pendidikan.

Usaha ini nyatanya membuahkan hasil. M. Sa’idun mendapatkan banyak dukungan dari berbagai kalangan karena usahanya yang konsisten dan gigih. Salah satu tokoh yang berkontribusi dengan pemikiran dan tenaga untuk membantu perkembangan Muhammadiyah di desa Brengkok adalah M. Suhada’. Meski diberbagai sisi tantangan dan tentangan itu masih ada, namun seiring dengan dakwah yang istiqamah itu mayarakat sudah mulai membuka mata dan hati untuk menerima. Terkadang, orang-orang melihat bukan dengan apa kita berusaha, tetapi mereka melihat kita yang selalu berusaha.

Pada tahun 1972, M. Sa’idun memiliki gagasan untuk dapat mewujudkan dari apa yang dicita-citakannya, yaitu mendirikan lembaga pendidikan. Gagasan atau ide tersebut mendapatkan respon positif dari masyarakat. Sehingga di tahun yang sama juga Muhammadiyah Brengkok mendirikan Madrasah Ibtida’iyah Muhammadiyah (MIM) dan mengangkat M. Sa’idun sebagai kepala MIM dengan M. Suhada sebagai wakilnya. Seorang yang bernama Majirun mewakafkan tanah miliknya sebagai tempat dibangunnya MIM, ditambah dengan beberapa partisipan lainnya yang turut membantu terselenggaranya program-program Muhammadiyah di desa Brengkok.

Tahun 1982, para tokoh bermusyawarah untuk membentuk susunan kepengurusan. Berikut pimpinan sembilan yang terpilih di hasil musyawarah, antara lain:

  1. M. Sa’idun (Ketua)
  2. M. Yahya Harun
  3. M. Siyat Sa’id
  4. H. Tasmirun
  5. M. Saean
  6. Suwarno
  7. Abdul Rohim
  8. M. Zaenuri
  9. Sujarwo

Setelah itu disahkan oleh Pimpinan Daerah Muhammadiyah Lamongan. Mengingat sebelumnya belum ada kepengurusan yang ter-SK-an. Para tokoh Muhammadiyah aktif mendakwahkan paham Muhammadiyah dengan pikiran, tenaga dan harta yang mereka miliki. Berikut struktur kepengurusan Pimpinan Ranting Muhammadiyah Brengkok periode 1982 – 1987, diantaranya:

  1. Ketua Umum     : M. Sa’idun
  2. Ketua I               : M. Yahya Harun
  3. Sekretaris          : M. Suhada
  4. Bendahara I       : H. Tasmirun
  5. Bendahara II      : Sujarwo
  6. Anggota             :
  7. Abdul Rohim
  8. M. Zaenuri
  9. Moh. Basyar
  10. M. Siyat Sa’id

Di periode ini anggota ranting Muhammadiyah Brengkok telah mencapai 387 orang. Dalam upaya syiar Muhammadiyah di Brengkok, dibutuhkan pusat kegiatan dakwah. Majirun 

Pada periode 1987 – 1991 tersusun kepengurusannya sebagai berikut:

  1. Ketua Umum     : M. Suhada’
  2. Ketua I               : M. Saean
  3. Sekretaris          : Abdul Rohim
  4. Bendahara I       : H. Tasmirun
  5. Bendahara II      : Sujarwo
  6. Anggota             :
    • Gunadi
    • Suwarno
    • M. Yahya Harun

       Periode 1991 – 1995 tersusun sebagai berikut:

  1. M. Yahya Harun
  2. Drs. A. Choliq Mu’si
  3. M. Siyat Sa’id
  4. M. Saean
  5. H. Tasmirun
  6. Abdul Rohim
  7. Suwarno
  8. M. Zaenuri
  9. Moh. Basyar

Dari susunan sembilan pimpinan diatas, PDM Lamongan melantik dengan Drs. A. Choliq Mu’si sebagai Ketua PRM Brengkok.

       Beberapa periode telah berlalu, periode yang terbaru ini adalah periode 2022 – 2027, diantaranya:

  1. Ketua                                           : Liswanto, S.Pd.I
  2. Wakabid. Tabligh                         : Suwito, S.Pd
  3. Wakabid. Pendidikan                   : Syamsul Mu’in, M.Pd
  4. Wakabid Pelayanan Sosial           : Nasir, S.E
  5. Wakabid. Pendidikan Kader        : Muntahari, S.Pd.I
  6. Wakabid. Ekowir                          : Son’an
  7. Wakabid. Wakaf dan ZIS              : Subambang, S.Pd.I
  8. Sekretaris                                     : Sardam, S.E
  9. Bendahara                                   : Suharno, S.Pd.I

      Aktivitas dakwah Muhammadiyah Brengkok berlangsung di masjid At-Taqwa yang berdiri pada tahun 1986 diatas tanah wakaf milik Majirun (Sebelum berdiri masjid At-Taqwa sudah berdiri masjid Jami’ Al-Huda). Pengurus masjid At-Taqwa Muhammadiyah Brengkok adalah Suwito, S.Pd dengan imam tetapnya Saufan. Diantara kegiatan yang terlaksana di masjid At-Taqwa Muhammadiyah Brengkok adalah:

  1. Taman Pendidikan Al-Qur’an
  2. Kajian keislaman rutin setiap ahad malam ba’da maghrib, meliputi:
  3. Ahad pertama            : Kajian Tafsir Al-Qur’an
  4. Ahad kedua                : Kajian Hadist Al-Arba’in
  5. Ahad ketiga                : Kajian Tauhid
  6. Ahad keempat           : Kajian Fiqih

       Dengan berbagai upaya dan dedikasi dari para tokoh dan anggota, serta melalui berbagai kegiatan dakwah dan pendidikan yang terus dilaksanakan di Masjid At-Taqwa, Muhammadiyah Brengkok telah berhasil mencapai berbagai kemajuan dalam menyebarkan paham Muhammadiyah dan meningkatkan kualitas kehidupan beragama masyarakat. Semoga semangat dakwah dan pengabdian ini terus menginspirasi generasi mendatang untuk melanjutkan perjuangan yang telah dilakukan.

Kontributor: Muhammad Ainul Yaqin Ahsan