SELO, BOYOLALI, LPCR.OR.ID — Penguatan dakwah Muhammadiyah tidak hanya dilakukan melalui kegiatan formal, tetapi juga lewat silaturahmi, berbagi pengalaman, dan mengenali potensi cabang-ranting. Semangat tersebut dibawa Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah (PCPM) Ngaglik bersama KOKAM dan BIKERSMU Ngaglik dalam kegiatan Touring & Ngaji ke Selo, Sabtu (17/10/2026).
Berangkat dari Sleman, rombongan menempuh perjalanan sekitar 122 kilometer menuju Selo, Boyolali. Rute perjalanan melewati Jatinom dan Kota Boyolali, sedangkan perjalanan pulang melalui Sawangan, Blabak, dan Muntilan.
Rombongan dipimpin Ketua PCPM Ngaglik, Muhammad Zulfi Ifani, bersama Komandan KOKAM Ngaglik, Teguh Kuwato. Setibanya di Selo, mereka disambut oleh Ketua PCM Selo, Sutris, bersama pengurus lainnya, Sagiyanto dan Rosyad Tamami. Pertemuan berlangsung di Homestay Merapi Hills milik Rosyad Tamami.
Mendengar Potensi dan Tantangan Dakwah PCM Selo
Dalam pertemuan tersebut, Sutris menceritakan perkembangan Muhammadiyah di Selo, wilayah pegunungan yang berada pada ketinggian sekitar 1.600 meter di atas permukaan laut. Sebagian masyarakatnya menggantungkan kehidupan pada sektor pertanian dan peternakan.
Sebagai cabang yang relatif muda dengan jumlah pengurus yang masih terbatas, PCM Selo masih menghadapi sejumlah tantangan dalam mengembangkan kegiatan dakwah dan organisasi. Meski demikian, berbagai cita-cita terus dirintis untuk memperkuat keberadaan Muhammadiyah di wilayah tersebut.
Salah satu kebutuhan yang ingin diwujudkan adalah kantor PCM sebagai pusat kegiatan organisasi dan syiar dakwah. Selain itu, PCM Selo berencana mengembangkan usaha yang bertumpu pada potensi lokal, seperti perkebunan kopi dengan merek Kopi PCM Selo dan peternakan domba.
Saat ini, PCM Selo mengadakan pertemuan rutin dua kali setiap bulan. Jamaah yang hadir berasal dari beragam latar belakang dan tidak seluruhnya merupakan warga Muhammadiyah. Kondisi ini menjadi peluang untuk memperluas dakwah sekaligus mempererat hubungan dengan masyarakat setempat.
Penguatan organisasi juga menjadi perhatian. Keberadaan Pemuda Muhammadiyah dan KOKAM di Selo masih menjadi harapan agar gerakan dakwah dapat berkembang dengan dukungan kader yang lebih luas.
Berawal dari Konsolidasi, Berlanjut Menjadi Silaturahmi Antarcabang
Ketua PCPM Ngaglik, Muhammad Zulfi Ifani, menjelaskan bahwa kegiatan ini semula dirancang sebagai agenda penyegaran sekaligus konsolidasi internal. Dengan masa kepengurusan yang tersisa sekitar satu tahun, kegiatan tersebut menjadi salah satu ruang untuk mempererat kebersamaan kader.
Melihat tingginya antusiasme peserta, agenda kemudian melibatkan KOKAM dan BIKERSMU Ngaglik. Kegiatan yang awalnya dirancang sebagai perjalanan bersama itu pun berkembang menjadi ajang silaturahmi dan berbagi pengalaman dakwah dengan PCM Selo.
Ifani mengapresiasi semangat para pengurus PCM Selo yang terus berikhtiar mewujudkan berbagai cita-cita organisasi, meskipun menghadapi keterbatasan.
“Semua berawal dari mimpi. Bapak-bapak di PCM Selo sudah memulainya. Insya Allah, dengan izin Allah, semoga cita-cita memiliki kantor PCM, peternakan domba, dan perkebunan kopi segera terwujud,” ungkapnya.
Menurutnya, pertemuan semacam ini memberikan kesempatan bagi kader Muhammadiyah untuk belajar dari kondisi cabang lain. Silaturahmi juga dapat menumbuhkan kepedulian antarcabang, terutama terhadap wilayah yang masih membutuhkan dukungan dalam mengembangkan organisasi dan kegiatan dakwah.
KOKAM Didorong Berperan Lebih Luas
Dalam kesempatan yang sama, Komandan KOKAM Ngaglik, Teguh Kuwato, berbagi pengalaman mengenai peran KOKAM di wilayahnya. Ia menegaskan bahwa kiprah KOKAM tidak semestinya terbatas pada tugas pengamanan kegiatan, seperti menjaga parkir.
Lebih dari itu, KOKAM perlu mengambil peran yang lebih luas dalam gerakan amar makruf nahi mungkar, baik di lingkungan Muhammadiyah maupun di tengah masyarakat.
Teguh mencontohkan keterlibatan KOKAM Ngaglik dalam merespons persoalan minuman keras serta melakukan patroli untuk mengantisipasi aksi klitih. Pengalaman tersebut menjadi gambaran bahwa kader KOKAM dapat berkontribusi dalam menjawab persoalan sosial di lingkungannya.
Melalui kegiatan Touring & Ngaji ke Selo, PCPM Ngaglik, KOKAM Ngaglik, dan BIKERSMU Ngaglik berharap hubungan antarkader semakin erat dan semangat dakwah terus tumbuh. Pertemuan ini sekaligus membuka ruang untuk saling belajar mengenai tantangan, potensi, dan langkah pengembangan Muhammadiyah di tingkat cabang dan ranting.
Perjalanan tersebut menjadi pengingat bahwa silaturahmi bukan sekadar mempertemukan orang dan komunitas, melainkan juga mempertemukan gagasan, harapan, dan ikhtiar untuk memajukan dakwah Muhammadiyah.
(Zulfi Ifani)
