Dapatkan berita terbaru Cabang, Ranting dan Masjid Muhammadiyah di WhatsApp

Q
Logo Lpcr New

Kantor Jogja

Jalan KH. Ahmad Dahlan
No. 103 Yogyakarta 55262

Hubungi Kami

(0274) – 375025
0857 2963 8181 (WA)

LPCR.OR.ID – Yogyakarta — Mahasiswa Universitas ’Aisyiyah Yogyakarta melaksanakan kegiatan proyek Fikih Hijau dengan mengangkat tema masjid ramah difabel di Masjid Al Muharram Brajan pada Jumat (15/5). Kegiatan ini dilakukan melalui observasi, dokumentasi, dan wawancara mengenai fasilitas aksesibilitas bagi penyandang disabilitas di lingkungan masjid. Program tersebut bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menciptakan masjid yang inklusif, nyaman, dan dapat diakses oleh semua kalangan.

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa mendokumentasikan beberapa fasilitas yang telah disediakan oleh Masjid Al Muharram Brajan, seperti jalur khusus kursi roda menuju area masjid, akses menuju ruang utama ibadah, serta kursi yang dapat digunakan jamaah yang memiliki keterbatasan fisik. Selain itu, mahasiswa juga melakukan wawancara dengan salah satu pengurus masjid, Bapak Ananto Isworo, terkait pentingnya fasilitas ramah difabel di rumah ibadah.

Menurut Bapak Ananto Isworo, masjid seharusnya memberikan ruang dan akses yang sama kepada seluruh jamaah tanpa membedakan kondisi fisik seseorang. Beliau menjelaskan bahwa penyandang disabilitas, lansia, maupun jamaah yang memiliki keterbatasan gerak akibat penyakit tetap memiliki hak yang sama untuk datang dan beribadah di masjid dengan nyaman.

“Masjid harus memberikan fasilitas akses, termasuk jalur untuk kursi roda dan ruang yang mudah dijangkau oleh jamaah dengan keterbatasan fisik. Setiap hamba Allah memiliki hak yang sama untuk mengakses masjid,” ujarnya saat wawancara.

Beliau juga menyampaikan bahwa terkadang masih terdapat pemikiran di masyarakat bahwa fasilitas difabel tidak terlalu dibutuhkan karena penggunaannya dianggap jarang. Padahal, menurutnya, minimnya jamaah difabel di masjid justru bisa disebabkan karena fasilitas akses yang belum memadai. Oleh karena itu, kesadaran mengenai pentingnya aksesibilitas perlu terus dibangun di lingkungan masyarakat maupun pengurus masjid.

Masjid Al Muharram Brajan sendiri mulai mengembangkan konsep masjid ramah difabel sejak tahun 2016. Pada saat itu, pihak takmir mulai menyediakan akses kursi roda agar jamaah dengan keterbatasan fisik tetap dapat mengikuti kegiatan ibadah berjamaah. Meskipun beberapa fasilitas masih sederhana dan masih terdapat kekurangan, seperti akses kamar mandi yang belum sepenuhnya ramah difabel, pihak masjid terus berupaya melakukan perbaikan secara bertahap.

Upaya tersebut ternyata memberikan manfaat yang nyata. Bapak Ananto menceritakan bahwa pernah ada seorang musafir dari Jakarta yang datang ke Masjid Al Muharram setelah menemukan informasi mengenai akses kursi roda melalui Google Maps. Musafir tersebut akhirnya memilih singgah dan melaksanakan salat Jumat di masjid tersebut karena merasa fasilitasnya lebih mudah diakses.

Selain menyediakan fasilitas fisik, pihak masjid juga aktif mengampanyekan pentingnya masjid ramah difabel kepada masyarakat dan pengurus masjid lainnya. Kampanye ini dilakukan sebagai bagian dari penerapan nilai Fikih Hijau yang tidak hanya berfokus pada kelestarian lingkungan, tetapi juga pada kepedulian sosial dan kemanusiaan.

Melalui kegiatan proyek Fikih Hijau ini, mahasiswa berharap masyarakat semakin memahami bahwa masjid tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga ruang sosial yang harus terbuka dan nyaman bagi semua orang. Kehadiran fasilitas ramah difabel diharapkan dapat membantu menciptakan lingkungan masjid yang lebih inklusif, sehingga seluruh jamaah dapat menjalankan ibadah dengan aman, nyaman, dan penuh rasa hormat.

Program ini juga menjadi pengingat bahwa aksesibilitas di tempat ibadah merupakan bentuk kepedulian terhadap sesama. Dengan adanya kerja sama antara masyarakat, pengurus masjid, dan generasi muda, diharapkan semakin banyak masjid yang menyediakan fasilitas ramah difabel demi menciptakan lingkungan ibadah yang lebih baik dan berkeadilan bagi seluruh umat.

Bagikan