Dapatkan berita terbaru Cabang, Ranting dan Masjid Muhammadiyah di WhatsApp

Q
Logo Lpcr New

Kantor Jogja

Jalan KH. Ahmad Dahlan
No. 103 Yogyakarta 55262

Hubungi Kami

(0274) – 375025
0857 2963 8181 (WA)

LPCR.OR.IDKEBUMEN — Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Ahmad Dahlan Rais, menyoroti secara tajam potret buram kepedulian lingkungan di Indonesia yang dinilai masih sangat memprihatinkan. Di saat bangsa lain berlomba-lomba melestarikan alam dengan manajemen yang matang, kondisi di dalam negeri justru kerap memperlihatkan laku perusakan lingkungan yang masif.

“Ketika bangsa lain melestarikan alam semesta ini dengan baik, kita justru merusak, menghancurkan secara semena-mena, bahkan di luar adab,” tegas Dahlan Rais saat memberikan arahan dalam acara Kick Off Cabang Ranting Masjid (CRM) Award VII di Auditorium Lantai 3 Universitas Muhammadiyah Gombong (UNIMUGO), Kebumen, Jawa Tengah, pada Ahad (19/7).

Menurut Dahlan, menjaga kelestarian lingkungan bukanlah sekadar isu sosial atau ekologi belaka, melainkan sebuah amanah teologis yang wajib dipertanggungjawabkan kepada Sang Pencipta. Umat Islam dimintanya untuk mengambil peran garda depan dalam menghentikan kerusakan ini.

Umat Islam Dinilai Tertinggal dalam Isu Ekologi

Dahlan Rais tidak menampik realitas bahwa umat Islam saat ini masih sangat tertinggal jauh dalam merespons isu-isu krusial lingkungan hidup. Upaya restorasi dan reboisasi (penghijauan kembali) yang seharusnya lumrah digalakkan, justru kerap berbanding terbalik di lapangan.

Salah satu contoh konkret dan sederhana yang ia sentil adalah persoalan tata kelola sampah rumahan. Dahlan mengaku miris melihat perilaku kolektif masyarakat yang bahkan belum bisa disiplin membuang sampah pada tempat yang sudah disediakan.

“Apa ada masyarakat yang lebih rendah daripada orang yang tidak bisa membuang sampah, sehingga perlu diingatkan: buang sampah pada tempatnya. Ironisnya, banyak orang membuang sampah itu justru di atas tutup tempat sampahnya. Ini potret bahwa pemahaman kita terhadap kebersihan lingkungan masih sangat rendah,” bebernya di hadapan peserta.

Standardisasi Baru Keberhasilan Dakwah Akar Rumput

Melihat peliknya persoalan tersebut, Dahlan Rais mendorong reformasi paradigma dakwah Muhammadiyah di tingkat akar rumput. Ia meminta jajaran Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) dan Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) untuk mentransformasikan arah pergerakan dakwah mereka agar lebih fokus pada program penyelamatan lingkungan.

Secara khusus, Dahlan mengusulkan agar aspek kepedulian dan aksi nyata terhadap kelestarian alam semesta ini dimasukkan ke dalam instrumen penilaian organisasi.

“Saya mengusulkan tambah satu indikator, bagaimana Cabang dan Ranting itu menyikapi alam semesta ini. Ini akan sangat baik kalau dijadikan salah satu standar ukuran keberhasilan atau pencapaian kinerja Cabang dan Ranting,” usulnya terukur.

Pihaknya meyakini, jika seluruh elemen Cabang dan Ranting mampu bergerak solid mengedukasi jamaah dan warga sekitar untuk tertib mengelola lingkungan hidup, maka perubahan kultur masyarakat yang lebih beradab akan segera tercapai. Langkah strategis ini dinilai tidak hanya menyelamatkan ekosistem, namun juga menjadi jembatan diplomasi sosial yang baik di tengah masyarakat luas.

Bagikan