BLORA, LPCR.OR.ID – Muhammadiyah Blora melalui Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) terus bergerak membantu masyarakat yang terdampak kekeringan dengan menyalurkan bantuan air bersih ke sejumlah wilayah di Kabupaten Blora.
Pos Ajuan 4 MDMC Blora yang membawahi wilayah Kunduran, Ngawen, dan Todanan. Telah melaksanakan Kegiatan dropping air bersih secara bertahap sejak Sabtu, 15 Agustus hingga Jumat, 21 Agustus 2026, dengan melibatkan berbagai unsur Muhammadiyah, di antaranya Nasyiatul Aisyiyah (NA), Pemuda Muhammadiyah Kunduran, serta masyarakat setempat.
Pada Sabtu, 15 Agustus 2026, MDMC menyalurkan 18.000 liter air bersih di tiga titik wilayah Kecamatan Ngawen, Desa Japah. Bantuan tersebut memberikan manfaat bagi sekitar 180 kepala keluarga (KK) yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih akibat musim kemarau.
Kegiatan dilanjutkan pada Selasa, 18 Agustus 2026 di beberapa wilayah Kecamatan Kunduran. Di Desa Klokah, air bersih disalurkan pada satu titik dengan jumlah 6.000 liter untuk sekitar 30 KK. Sementara di Jegur, distribusi dilakukan di dua titik dengan total penerima manfaat sebanyak 65 KK, terdiri dari 30 KK dan 35 KK, dan air yang disalurkan mencapai 12.000 liter.
Masih pada hari yang sama, bantuan juga disalurkan ke Desa Trembul pada satu titik. Sebanyak 6.000 liter air bersih diberikan untuk memenuhi kebutuhan sekitar 50 KK.
Selanjutnya, pada Kamis, 20 Agustus 2026, MDMC Blora melalu Pos Ajuan 4 kembali melakukan dropping air bersih di Desa Buloh, Dukuh Cowean, pada tiga titik distribusi. Sebanyak 8.000 liter air bersih disalurkan untuk membantu 65 KK.
Kegiatan berlanjut pada Jumat, 21 Agustus 2026, di Desa Buloh, Dukuh Grogolan. Distribusi dilakukan di dua titik dengan total 8.000 liter air bersih yang dimanfaatkan oleh sekitar 60 KK.
Salah seorang warga Dukuh Cowean, Sugito, mengungkapkan bahwa selama musim kekeringan masyarakat harus mengeluarkan biaya mandiri yang cukup besar untuk memenuhi kebutuhan air sehari-hari.
“Untuk memenuhi kebutuhan air, masyarakat harus membeli air. Harganya sekitar Rp160 ribu sampai Rp250 ribu untuk satu rit atau setara 4.000 liter. Harga tersebut tergantung jarak antara tempat pengambilan air dengan titik pendistribusian,” ujar Sugito.
Hal sedana juga dikeluhkan oleh Pak Kamidi, warga Dukuh Cowean, menjelaskan kemarau panjang yang melanda wilayah tersebut menyebabkan sejumlah sumur warga yang selama ini menjadi sumber dan cadangan air mulai mengering. Kondisi itu membuat masyarakat semakin kesulitan memenuhi kebutuhan air untuk keperluan sehari-hari.
Ketua Pos Ajuan 4 MDMC Blora, Budi Ismail, mengatakan pihaknya akan terus mengupayakan bantuan air bersih bagi warga terdampak kekeringan. Pos Ajuan 4 yang membawahi Kunduran, Ngawen, dan Todanan siap menyalurkan bantuan ke wilayah yang membutuhkan.
Selain menyalurkan bantuan, Pos Ajuan 4 MDMC Blora juga membuka kesempatan bagi masyarakat dan para dermawan yang ingin berpartisipasi dalam membantu warga terdampak kekeringan melalui donasi.
“Selama masyarakat masih membutuhkan, kami akan terus berupaya menyalurkan air bersih. Kami juga mengajak semua pihak untuk bersama-sama membantu warga yang terdampak kekeringan,” ujar Budi Ismail.
Secara keseluruhan, dalam rangkaian kegiatan tersebut Muhammadiyah Blora melalui Pos Ajuan 4 telah menyalurkan sedikitnya 58.000 liter air bersih ke 12 titik distribusi, dengan total penerima manfaat mencapai sekitar 450 kepala keluarga.
Melalui aksi kemanusiaan ini, Muhammadiyah Blora berharap kebutuhan dasar masyarakat terhadap air bersih dapat sedikit terbantu, sekaligus meringankan beban warga yang terdampak kekeringan.
Kontributor: khwan Saifudin (PCPM Kunduran Blora)
