Tunjukkan Karya Cabang Ranting-mu, menangkan hadiah puluhan juta rupiah!

Q
Logo Lpcr New

Kantor Jogja

Jalan KH. Ahmad Dahlan
No. 103 Yogyakarta 55262

Hubungi Kami

(0274) – 375025
0857 2963 8181 (WA)

Mentawai — Masjid Takwa di Pulau Sipora, Kepulauan Mentawai, menjadi salah satu pusat pembinaan dan pemberdayaan mualaf yang dikelola langsung oleh Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Mentawai. Melalui kegiatan pembinaan yang dilakukan secara rutin, masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga menjadi pusat pendidikan dan penguatan pemahaman keislaman masyarakat.

Saat ini, terdapat sekitar 75 orang mualaf yang secara rutin mendapatkan pembinaan di Masjid Takwa. Kegiatan pembinaan dilaksanakan setiap hari Ahad, dengan mengumpulkan para mualaf di masjid untuk mengikuti berbagai kegiatan keagamaan.

Materi pembinaan meliputi latihan membaca Al-Qur’an, pembelajaran ibadah, terutama tata cara dan bacaan shalat, serta berbagai pengetahuan dasar keislaman. Pembinaan dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan agar para mualaf semakin memahami dan mampu mengamalkan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari.

Program ini berada di bawah pengelolaan PDM Mentawai yang dikomandani Rudi Zamri, S.P.I., M.P.I. Untuk memperkuat kualitas pembinaan, PDM Mentawai juga membangun jejaring dengan berbagai pihak. Di antaranya dengan menghadirkan unsur Lembaga Dakwah Khusus (LDK) PWM Sumatera Barat, Pondok Shabran Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), serta berbagai pihak lainnya untuk memberikan pendampingan dan meningkatkan pemahaman keagamaan para mualaf.

Kehadiran berbagai pihak tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat dakwah Muhammadiyah di wilayah kepulauan. Pendekatan yang dilakukan tidak hanya berorientasi pada penyampaian materi agama, tetapi juga memberikan pendampingan secara langsung dan berkelanjutan sesuai dengan kebutuhan para mualaf.

Pembinaan di Masjid Takwa menunjukkan bahwa masjid dapat menjadi pusat pemberdayaan masyarakat, khususnya dalam membangun pemahaman agama, meningkatkan kemampuan beribadah, dan memperkuat ukhuwah Islamiyah. Bagi para mualaf, keberadaan komunitas dan pendampingan yang rutin sangat penting agar mereka dapat menjalani proses belajar Islam dengan lebih nyaman, percaya diri, dan berkelanjutan.

Program pembinaan 75 mualaf di Pulau Sipora ini sekaligus menjadi contoh nyata sinergi antara PDM Mentawai, LDK PWM Sumatera Barat, Pondok Shabran UMS, dan berbagai unsur lainnya dalam menghadirkan dakwah yang membina dan memberdayakan. Ke depan, sinergi tersebut diharapkan terus dikembangkan sehingga Masjid Takwa semakin kuat sebagai pusat pembinaan mualaf dan pengembangan kehidupan Islam di Kepulauan Mentawai.

Bagikan