Lima Puluh Kota, LPCR.OR.ID — Lembaga Pengembangan Cabang, Ranting dan Pembinaan Masjid (LPCRPM) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Lima Puluh Kota melaksanakan kegiatan studi tiru pengelolaan masjid ke Masjid Al-Falah Sragen, Jawa Tengah, dan Masjid Jogokariyan, Yogyakarta, pada 20–24 Agustus 2026.
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya LPCRPM PDM Lima Puluh Kota untuk meningkatkan kualitas pengelolaan dan pembinaan masjid, khususnya dalam mewujudkan masjid yang tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat pemberdayaan jamaah, pelayanan sosial, pendidikan, serta pembinaan generasi muda.
Belajar dari Masjid Al-Falah Sragen Jawa Tengah
Kunjungan pertama dilaksanakan ke Masjid Al-Falah Sragen, Jawa Tengah, yang dikenal sebagai salah satu masjid terbaik dalam pengelolaan dan pelayanan kepada jamaah. Kehadiran rombongan disambut hangat oleh Tim Tamu Masjid Mas Probo dan pemberian semangat pencerahan tentang Revolusi Takmir Masjid oleh Ketua Takmir Masjid ayahnda Kusnadi yang juga merupakan unsur pimpinan LPCRPM PP Muhammadiyah. Berbagai program yang dijalankan masjid tersebut menjadi inspirasi bagi peserta studi tiru, terutama dalam upaya meningkatkan kesejahteraan jamaah dan menjadikan masjid sebagai pusat kegiatan umat.
Kami peserta mendapatkan gambaran tentang pentingnya pengelolaan masjid yang profesional, transparan, kreatif, dan berorientasi pada kebutuhan jamaah. Masjid diharapkan tidak hanya ramai ketika waktu salat, tetapi mampu hadir dalam berbagai persoalan kehidupan masyarakat.
Selain itu, perhatian terhadap pembinaan generasi muda juga menjadi salah satu hal penting yang dipelajari. Generasi muda perlu diberikan ruang, kepercayaan, pembinaan, dan kesempatan untuk terlibat aktif dalam kegiatan masjid. Dengan demikian, masjid akan menjadi tempat yang dekat, nyaman, dan dicintai oleh anak-anak serta generasi muda.
Melanjutkan Kunjungan ke Masjid Jogokariyan
Setelah dari Sragen, rombongan melanjutkan kegiatan studi tiru ke Masjid Jogokariyan Yogyakarta, salah satu masjid yang dikenal luas karena keberhasilannya dalam membangun sistem pelayanan dan pemberdayaan jamaah berbasis data serta partisipasi masyarakat.
Di Masjid Jogokariyan, peserta memperoleh berbagai inspirasi mengenai pengelolaan program masjid yang terencana dan berorientasi pada kebutuhan jamaah. Masjid didorong untuk mengenal jamaahnya, mengetahui kondisi sosial dan ekonomi masyarakat sekitar, serta menyusun program yang benar-benar memberikan manfaat.
Kegiatan ini diharapkan dapat membuka wawasan para pengurus masjid di Kabupaten Lima Puluh Kota untuk terus melakukan pembenahan dan inovasi dalam pengelolaan masjid.
Kegiatan studi tiru ini diikuti oleh empat orang pengurus masjid dari beberapa kecamatan di Kabupaten Lima Puluh Kota, yaitu: Rakamus, dari Masjid Al-Faizin Sikince, Kecamatan Guguak, Paidal Asti, dari Masjid Nurul Iman Taratak Kubang, Kecamatan Guguak, Doni S, dan Maizon dari Masjid Nurul Falah, Kecamatan Akabiluru. Sementara dari unsur pimpinan LPCRPM PDM Lima Puluh Kota turut hadir: Ustadz Hamdi Samah, Ust. HM. Dekyanus dan Ust. Sepriyanto.
Ustadz HM. Dekyanus sebagai Ketua LPCRPM berharap kegiatan studi tiru ini tidak berhenti sebatas kunjungan dan melihat langsung keberhasilan masjid yang dikunjungi. Lebih dari itu, pengalaman dan ilmu yang diperoleh diharapkan dapat diterapkan dan disesuaikan dengan kondisi masing-masing masjid di Lima Puluh Kota.
Ustadz Sepriyanto SH., selaku ketua rombongan berharap agar para peserta yg telah kembali dari kegiatan ini dapat menjadi penggerak Revolusi Masjid Menjadi Pusat Peradaban mensejahterakan Umat dan pembinaan generasi muda sebagai kader umat dan bangsa.
Melalui kegiatan ini, LPCRPM PDM Lima Puluh Kota semakin menegaskan komitmennya untuk mendorong kemajuan masjid-masjid di daerah. Masjid diharapkan mampu menjadi pusat ibadah, pendidikan, pembinaan akhlak, penguatan ekonomi, pelayanan sosial, serta pembinaan generasi muda.
Studi tiru ke Masjid Al-Falah Sragen dan Masjid Jogokariyan Yogyakarta menjadi langkah penting dalam membangun semangat baru bagi para pengurus masjid di Lima Puluh Kota.
Ustadz Hamdi Samah sebagi Wakil Ketua PDM membidangi LPCRPM menyatakan bahwa “Kita ingin masjid benar-benar hidup dan menghidupkan. Masjid bukan hanya tempat orang datang untuk melaksanakan salat, tetapi harus menjadi pusat pembinaan umat, pemberdayaan jamaah, dan pembentukan generasi muda yang beriman, berilmu, dan berkemajuan.”
Dengan membawa berbagai pengalaman dan inspirasi dari dua masjid tersebut, diharapkan masjid-masjid di Kabupaten Lima Puluh Kota dapat terus berkembang menjadi masjid yang makmur, memakmurkan, dan memberi manfaat sebesar-besarnya bagi jamaah dan masyarakat.
