Dapatkan berita terbaru Cabang, Ranting dan Masjid Muhammadiyah di WhatsApp

Q
Logo Lpcr New

Kantor Jogja

Jalan KH. Ahmad Dahlan
No. 103 Yogyakarta 55262

Hubungi Kami

(0274) – 375025
0857 2963 8181 (WA)

LPCR.OR.ID – YOGYAKARTA – Semangat untuk menjaga kelestarian alam dan kebersihan lingkungan ditunjukkan oleh sekelompok mahasiswa Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta melalui sebuah aksi nyata di Tempat Pembuangan Sementara (TPS) RW 17, Jalan Sisingamangaraja, kawasan Masjid Al Irsyad, pada Senin, 11 Mei 2026. Para mahasiswa yang tergabung dalam Kelompok C2, terdiri atas Revi, Hanum, Shifa, Luthfi, Nabil, dan Putra, turun langsung ke lapangan untuk membantu petugas kebersihan mengangkut sampah dari rumah-rumah warga menuju TPS.

Tidak hanya itu, mereka juga ikut serta dalam memilah dan merapikan tumpukan sampah yang menggunung sebelum diangkut oleh armada truk menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian nyata terhadap kondisi darurat sampah yang sering melanda wilayah perkotaan.

Menurut penjelasan dari pihak pengurus Masjid Al Irsyad, “TPS yang berada di lingkungan tersebut menjadi pusat pengumpulan limbah yang sangat krusial bagi warga sekitar. Keberadaan TPS ini menampung seluruh pembuangan sampah dari RW 1 hingga RW 23 di Kelurahan Brontokusuman. Proses pengangkutan sampah dari lokasi ini dilakukan setiap pagi mulai pukul 05.30 hingga 08.00 WIB oleh armada resmi dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Yogyakarta, kecuali pada hari Rabu dan hari Minggu,” jelas salah satu pengurus masjid kepada Hanum yang merupakan perwakilan dari mahasiswa. Area TPS ini memang memerlukan penanganan yang cepat dan terjadwal agar tidak menimbulkan dampak buruk bagi kesehatan lingkungan di sekitar pemukiman.

Aksi bersih-bersih yang dilakukan oleh para mahasiswa ini merupakan bagian dari proyek “Fikih Hijau” sekaligus menjadi implementasi nyata dari mata kuliah Islam dan IPTEKS yang mereka pelajari di kampus. Mata kuliah ini mengajarkan tentang tanggung jawab manusia sebagai pemakmur bumi atau khalifah fil ardh. Sebagai khalifah, manusia memiliki kewajiban moral untuk menjaga dan merawat lingkungan agar tetap seimbang dan tidak merusak ekosistem.

Selain membantu dalam hal pembersihan fisik, kelompok mahasiswa ini juga menerapkan solusi inovatif untuk mengatasi aroma menyengat yang sering dikeluhkan oleh warga sekitar. Mereka menyemprotkan cairan Bio Max pada tumpukan sampah organik dan seluruh area bekas tumpukan sampah guna menekan polusi bau secara efektif dan ramah lingkungan.

Tingginya volume sampah di lokasi tersebut juga dibenarkan oleh Ketua Sektor Ngasem Gadhing yang membawahi wilayah kerja setempat. Beliau menjelaskan, “Khusus di Jalan Sisingamangaraja, volume sampah yang diangkut oleh petugas bisa mencapai 5 ton per hari, dan jumlah tersebut bisa melonjak hingga 1,5 armada truk pada saat hari libur. Oleh karena itu, saya berpesan agar semua pihak bisa saling berkolaborasi untuk menciptakan Kota Yogyakarta yang bersih dan nyaman.”

Lewat aksi ini, para mahasiswa ingin meringankan beban petugas di garda terdepan, sekaligus menjaga lingkungan sekitar masjid agar tetap bersih, suci, dan nyaman bagi jemaah yang beribadah.

Melalui integrasi antara ilmu pengetahuan dan keimanan ini, Kelompok C2 berharap aksi lapangan mereka dapat meringankan beban petugas sekaligus mampu menginspirasi masyarakat luas untuk mulai memilah sampah sejak dari rumah. Kolaborasi yang berkelanjutan antara masyarakat, petugas kebersihan, dan generasi muda diharapkan dapat terus terjalin dengan baik. Dengan demikian, upaya untuk menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, serta mencerminkan nilai-nilai kepedulian sosial dan keislaman yang sesungguhnya dapat terwujud di tengah masyarakat.

Kontributor: Luthfi Afifah Zahra*
Mahasiswa UNISA Yogyakarta

Bagikan