LPCR.OR.ID – Sebagai langkah nyata dalam menerapkan prinsip-prinsip keislaman yang peduli lingkungan atau yang dikenal sebagai “Fikih Hijau”, mahasiswa dari Program Studi Keperawatan Anestesiologi Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta menyelenggarakan kegiatan sosial di RW 16 Karanganyar, Brontokusuman, Yogyakarta. Kegiatan yang diadakan pada Minggu (10/5/2026) ini berfokus pada upaya pelestarian lingkungan melalui metode pengelolaan limbah organik dan penanganan genangan air di sekitar Mushola As-Salam.
Mushola As-Salam memiliki kedekatan dengan Masjid Al-Irsyad, menjadikannya sebagai pusat aktivitas keagamaan sekaligus tempat berkumpul bagi warga sekitar. Penentuan lokasi ini tidaklah tanpa tujuan, mahasiswa berusaha memastikan bahwa pelaksanaan proyek ini dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat yang berada dalam satu komunitas ibadah, sehingga pesan mengenai pentingnya pelestarian lingkungan dapat lebih mudah dipahami dan diterapkan secara berkesinambungan.
Aksi Nyata untuk Lingkungan
Mahasiswa Keperawatan Anestesiologi yang setiap harinya terlibat dalam pembelajaran kesehatan, menyadari bahwa masalah lingkungan adalah komponen penting dari kesehatan masyarakat. Proyek Fikih Hijau bukan hanya sebuah ide teoritis tentang larangan mengganggu planet ini, tetapi juga merupakan panduan yang praktis untuk menjaga kondisi kesehatan fisik dan lingkungan tempat tinggal.
“Kami ingin menerapkan Fikih Hijau tidak hanya dalam bentuk teori, tetapi melalui tindakan nyata yang memberikan manfaat bagi warga. Pemanenan pupuk organik dari limbah rumah tangga dan pembuatan lubang biopori merupakan langkah kecil untuk menjaga keseimbangan ekosistem di lingkungan warga,” kata perwakilan mahasiswa pada saat awal kegiatan.
Ketua RW 16, Bapak Sarmidi dan pengurus Mushola As-Salam menyambut baik inisiatif para mahasiswa tersebut. Ia menilai, kerjasama antara dunia akademis dan masyarakat lewat pendekatan spiritual-lingkungan seperti Fikih Hijau ini sangat bermanfaat untuk meningkatkan kesadaran warga tentang pentingnya kebersihan dan pengelolaan limbah rumah tangga.
Kegiatan diawali dengan proses pemanenan pupuk biopori yang sudah ada pada sekitaran mushola As-Salam. Pupuk hasil dari biopori ini dihasilkan dari sampah-sampah organik yang telah dikumpulkan, diolah melalui proses fermentasi dan akhirnya menghasilkan pupuk berkualitas yang kaya akan nutrisi bagi tanaman. Pemasangan lubang biopori dilakukan di sekitar area mushola guna meningkatkan daya resapan tanah. Sementara itu, pupuk yang dihasilkan dibagikan kepada warga di sekitar untuk mendukung pertanian urban atau perawatan tanaman di pekarangan rumah masing-masing. Tidak hanya itu, setelah pupuk selesai dipetik, lubang biopori diisi lagi dengan limbah organik supaya proses fermentasi bisa dilakukan lagi untuk menciptakan pupuk yang baru.
Setelah berakhirnya pelaksanaan kegiatan proyek ini, pupuk yang telah dikumpulkan akan dimanfaatkan untuk keperluan berkebun di wilayah sekitar mushola As-Salam. Dari pelaksanaan kegiatan ini diharapkan dapat melindungi lingkungan setempat, yang pada akhirnya akan mendukung pelestarian tanaman dan meningkatkan kualitas udara di kawasan RW 16.
Sebagai akhir dari serangkaian proyek, para mahasiswa menegaskan bahwa aktivitas ini telah menawarkan pengalaman berharga bagi mereka dalam berinteraksi langsung dalam melestarikan lingkungan. Bagi mereka, pengalaman ini menjadi semacam pengalaman nyata dari pelajaran yang mereka tekuni, tetapi dalam konteks pelestarian lingkungan yang lebih luas.
Dengan terlaksananya proyek Fikih Hijau ini, mahasiswa tidak hanya menyelesaikan kewajiban akademis, tetapi juga menyebarluaskan manfaat kepada orang lain. Harapannya, semangat menjaga bumi yang dicontohkan di lingkungan Mushola As-Salam ini dapat berkembang menjadi kesadaran bersama-sama dalam memahami ibadah melalui pelestarian alam. Semoga, semangat perlindungan bumi yang telah dinyalakan di kawasan Mushola As-Salam dan Masjid Al-Irsyad ini dapat terus hidup, serta menjadi contoh bagi daerah lain di Yogyakarta dalam menghayati ibadah melalui komitmen nyata terhadap keberlangsungan alam semesta.
