LPCR.OR.ID – Mahasiswa Universitas ’Aisyiyah Yogyakarta Program Studi Kep D4 Anestesiologi melaksanakan kegiatan wawancara terkait sumur resapan bersama Bapak Ananto Isworo yang bertempat di Masjid Al Muharram. Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk pembelajaran lapangan sekaligus upaya menambah wawasan mahasiswa mengenai pentingnya pengelolaan lingkungan dan pelestarian sumber daya air melalui penerapan sumur resapan.
Kegiatan wawancara berlangsung dengan suasana hangat, santai, dan penuh ilmu pengetahuan. Dalam kesempatan tersebut, mahasiswa berinteraksi langsung dengan Bapak Ananto Isworo untuk menggali informasi mengenai fungsi, manfaat, serta proses penerapan sumur resapan di lingkungan sekitar masjid. Kegiatan ini menjadi pengalaman berharga bagi mahasiswa karena dapat memperoleh pengetahuan secara langsung dari narasumber yang memiliki pemahaman dan pengalaman terkait pengelolaan lingkungan.
Dalam wawancara tersebut, Bapak Ananto Isworo menjelaskan bahwa sumur resapan merupakan salah satu metode yang efektif dalam membantu penyerapan air hujan ke dalam tanah. Menurut beliau, keberadaan sumur resapan sangat penting untuk menjaga ketersediaan cadangan air tanah serta membantu mengurangi genangan air yang sering terjadi ketika curah hujan tinggi.
Beliau juga menjelaskan bahwa penerapan sumur resapan tidak memerlukan lahan yang terlalu luas, namun mampu memberikan manfaat jangka panjang bagi lingkungan. Selain membantu menjaga keseimbangan ekosistem, sumur resapan juga dapat menjadi salah satu solusi sederhana dalam mendukung pelestarian lingkungan di tengah meningkatnya pembangunan dan berkurangnya area resapan air.
Mahasiswa terlihat antusias selama proses wawancara berlangsung. Berbagai pertanyaan diajukan mengenai cara kerja sumur resapan, proses pembuatannya, manfaat bagi lingkungan, hingga tantangan yang sering ditemui dalam penerapannya. Diskusi yang berlangsung secara interaktif membuat kegiatan wawancara menjadi lebih menarik dan memberikan banyak wawasan baru bagi mahasiswa.
Selain melakukan wawancara, mahasiswa juga melakukan pengamatan langsung terhadap area sumur resapan di sekitar masjid. Melalui kegiatan observasi tersebut, mahasiswa dapat memahami secara nyata bagaimana sistem sumur resapan diterapkan dan bagaimana perannya dalam membantu proses penyerapan air ke dalam tanah. Pengalaman ini menjadi salah satu bentuk pembelajaran lapangan yang sangat bermanfaat karena mahasiswa dapat menghubungkan teori yang dipelajari dengan kondisi nyata di lingkungan sekitar.
Kegiatan wawancara ini tidak hanya memberikan pengetahuan mengenai lingkungan, tetapi juga melatih kemampuan komunikasi mahasiswa dalam melakukan interaksi, penggalian informasi, serta penyusunan data hasil wawancara secara sistematis. Hal tersebut menjadi bagian penting dalam pengembangan kemampuan mahasiswa, baik dalam bidang akademik maupun sosial.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa Universitas ’Aisyiyah Yogyakarta Program Studi Kep D4 Anestesiologi berharap dapat meningkatkan kesadaran generasi muda mengenai pentingnya menjaga lingkungan dan sumber daya air. Mahasiswa juga diharapkan mampu menerapkan nilai kepedulian terhadap lingkungan dalam kehidupan sehari-hari serta menjadi agen perubahan dalam menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan berkelanjutan.
Kegiatan wawancara terkait sumur resapan di Masjid Al Muharram ini menjadi pengalaman yang berharga bagi mahasiswa karena memberikan pemahaman bahwa menjaga lingkungan dapat dimulai dari langkah sederhana yang memberikan dampak besar bagi kehidupan di masa mendatang.
Dengan terlaksananya kegiatan ini, diharapkan mahasiswa semakin memahami pentingnya menjaga keseimbangan lingkungan sebagai bagian dari tanggung jawab bersama demi terciptanya lingkungan yang bersih, sehat, dan lestari bagi generasi mendatang.
Kontributor: Sania Matlail Pajriani*
Alumni Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) angkatan tahun 1995.
