Dapatkan berita terbaru Cabang, Ranting dan Masjid Muhammadiyah di WhatsApp

Q
Logo Lpcr New

Kantor Jogja

Jalan KH. Ahmad Dahlan
No. 103 Yogyakarta 55262

Hubungi Kami

(0274) – 375025
0857 2963 8181 (WA)

LPCR.OR.ID – Mahasiswa dari program studi D4 Keperawatan Anestesiologi Universitas ’Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta kembali menunjukkan aksi nyata dan kontribusi positif mereka terhadap kelestarian lingkungan hidup. Melalui sebuah kolaborasi yang sinergis, para mahasiswa turut serta dan berpartisipasi aktif dalam menyukseskan kegiatan gerakan sedekah sampah yang diselenggarakan oleh masyarakat lokal. Kegiatan sosial yang bernilai edukatif ini merupakan bagian integral dari implementasi Project Fiqih Hijau yang saat ini tengah gencar digalakkan di lingkungan persyarikatan. Aksi lingkungan yang sangat bermanfaat ini dilaksanakan secara gotong-royong pada hari Minggu (20/07/2025) yang lalu, bertempat di kompleks halaman Masjid Al Muharrom, Kecamatan Kasihan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Kehadiran civitas akademika di tengah masyarakat ini diharapkan mampu membawa perspektif baru dalam pengelolaan limbah.

Kegiatan lingkungan yang berlangsung semarak dan penuh kehangatan ini diikuti oleh berbagai macam elemen masyarakat setempat. Mulai dari jajaran pengurus takmir masjid, para aktivis dan relawan lingkungan hidup, jajaran jamaah aktif masjid, hingga warga masyarakat umum di sekitar wilayah Kasihan, serta didukung penuh oleh kehadiran mahasiswa D4 Keperawatan Anestesiologi UNISA Yogyakarta. Sejak pagi hari sekali, warga tampak sangat antusias berbondong-bondong mendatangi masjid dengan membawa berbagai jenis komoditas sampah anorganik dari kediaman mereka masing-masing. Jenis sampah yang dibawa oleh warga ini tergolong sangat beragam, meliputi botol plastik bekas kemasan air mineral, dus karton tebal, tumpukan kertas koran lama, majalah bekas, hingga berbagai jenis kaleng logam yang sebelumnya telah mereka pilah secara mandiri sejak dari rumah.

Tingginya tingkat antusiasme dan partisipasi aktif dari masyarakat setempat dalam mengikuti seluruh rangkaian kegiatan ini menjadi indikator kuat adanya peningkatan kesadaran warga yang cukup signifikan terhadap pentingnya menjaga kelestarian, kebersihan, dan kesehatan lingkungan hidup di sekitar tempat tinggal mereka. Kepala Pengurus Takmir Masjid Al Muharrom, Bapak Ananto, menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam serta apresiasi yang setinggi-tingginya atas terselenggaranya program kolaboratif ini. Beliau menekankan bahwa program inovatif sedekah sampah ini pada dasarnya memiliki tujuan mulia untuk mengedukasi dan mengajak seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali agar lebih peduli terhadap isu kebersihan lingkungan melalui metode manajemen pengelolaan sampah yang tepat guna serta bernilai guna.

Menurut pandangan visioner dari Bapak Ananto, institusi masjid pada era modern seperti sekarang ini tidak boleh hanya difungsikan sekadar sebagai tempat pelaksanaan ibadah ritual keagamaan semata. Lebih dari itu, masjid harus mampu bertransformasi menjadi pusat peradaban dan pusat kegiatan sosial kemasyarakatan yang dapat memberikan dampak serta kontribusi positif yang riil bagi seluruh warga yang berada di sekitarnya. “Program sedekah sampah ini merupakan salah satu bentuk upaya konkret kami dari pihak takmir untuk menekan angka penumpukan sampah di tempat pembuangan akhir, sekaligus mengasah kepedulian kolektif masyarakat dalam menjaga kebersihan. Kami sangat berharap kegiatan mulia ini dapat terus berlanjut secara konsisten dan menjelma menjadi sebuah kebiasaan baik yang membudaya di kalangan warga,” tutur beliau dengan penuh semangat.

Program sedekah sampah berbasis masjid ini dilaksanakan secara konsisten, berkala, dan rutin pada setiap minggu pertama dan minggu terakhir di setiap bulannya. Kegiatan operasional pengumpulan, pemilahan, dan penimbangan ini biasanya berlangsung mulai pukul 08.30 WIB pagi hari hingga selesai seluruhnya pada pukul 11.30 WIB dengan berpusat di area halaman utama Masjid Al Muharrom. Pemilihan lokasi masjid yang berada di posisi sangat strategis di tengah-tengah pemukiman padat penduduk ini dinilai menjadi faktor krusial kesuksesan acara. Hal tersebut dikarenakan lokasi ini memberikan kemudahan aksesibilitas yang luar biasa bagi warga sekitar untuk datang berpartisipasi langsung tanpa kendala transportasi.

Dalam teknis pelaksanaannya di lapangan, warga yang datang akan langsung disambut oleh panitia untuk menyerahkan sampah yang telah mereka kumpulkan. Sampah-sampah tersebut kemudian ditempatkan di satu titik utama untuk dilakukan proses pemilahan ulang secara lebih detail dan spesifik berdasarkan jenis material serta kategorinya, sebelum akhirnya ditimbang secara akurat. Dalam proses ini, mahasiswa D4 Keperawatan Anestesiologi UNISA Yogyakarta mengambil peran yang sangat vital. Mereka dengan sigap membantu para relawan lokal dalam melakukan proses pemilahan manual yang membutuhkan tenaga ekstra. Tidak hanya diam menunggu di lokasi masjid saja, beberapa kelompok mahasiswa bahkan berinisiatif melakukan aksi jemput bola dengan mendatangi langsung rumah-rumah warga lanjut usia (lansia) yang ingin ikut bersedekah namun memiliki keterbatasan fisik untuk berjalan ke masjid.

Setelah seluruh rangkaian proses pengumpulan, pemilahan, dan penimbangan komoditas sampah selesai dilakukan, seluruh sampah anorganik yang berhasil terkumpul dalam jumlah besar tersebut kemudian disalurkan secara resmi ke pihak pengepul profesional atau mitra industri pendaur ulang yang terpercaya. Kerja sama ini memastikan bahwa sampah akan diproses lebih lanjut menggunakan metode yang ramah lingkungan sehingga dapat memiliki nilai guna baru serta nilai ekonomi yang tinggi. Pihak panitia menegaskan bahwa seluruh keuntungan finansial yang diperoleh dari hasil penjualan sampah daur ulang tersebut sama sekali tidak digunakan untuk kepentingan pribadi, melainkan dialokasikan sepenuhnya untuk menyokong berbagai macam program kegiatan sosial keagamaan serta mendanai operasional kebersihan fasilitas rutin di dalam Masjid Al Muharrom.

Secara keseluruhan, seluruh rangkaian kegiatan sedekah sampah ini berjalan dengan sangat tertib, lancar, aman, kondusif, dan dipenuhi oleh atmosfer semangat gotong-royong yang sangat kental antara para mahasiswa, pengurus takmir, dan warga masyarakat. Melalui momentum berharga dari gerakan Project Fiqih Hijau ini, pihak pengurus takmir masjid bersama dengan tim akademisi UNISA Yogyakarta menaruh harapan besar agar masyarakat luas dapat semakin memahami, menginternalisasi, dan mempraktikkan nilai luhur bahwa menjaga kebersihan lingkungan hidup merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari cerminan keimanan dalam ajaran suci agama Islam. Hal ini juga menjadi bentuk tanggung jawab moral kolektif dalam mewujudkan sebuah lingkungan kehidupan yang sehat, bersih, asri, lestari, dan nyaman untuk diwariskan kepada generasi penerus di masa depan.

Kontributor: Khayla Zahra Pajri*
Mahasiswa aktif D4 Keperawatan Anestesilogi di Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta. Mengenal Muhammadiyah sejak menjadi bagian dari Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM)

Bagikan