LPCR.OR.ID – Tebo, Jambi, 27 Mei 2026 – Dalam rangka mengimplementasikan prinsip pembangunan berkelanjutan berbasis nilai Islam, sejumlah mahasiswa Program Studi S1 Gizi Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta sukses melaksanakan Proyek Fikih Hijau. Kegiatan implementasi Islam dan Ipteks dan edukasi pangan ini dilaksanakan oleh mahasiswa semester 6 (Genap) Kegiatan Proyek Fikih Hijau Qurban ini dilaksanakan di RT 004/RW 001 Dusun Abang, Desa Bangun Seranten, Kecamatan Muara Tabir, pada Rabu, 27 Mei 2026, bertepatan dengan momentum Hari Raya Iduladha 1447 H/ 2026 M.
Proyek lapangan yang dijalankan oleh salah satu mahasiswa dengan kelas A ini secara spesifik menyoroti aspek keselamatan pangan (food safety) yang dikaitkan dengan kelestarian alam. Pada kesempatan kali ini, mahasiswa memfokuskan aksi pada penggunaan pembungkus ramah lingkungan seperti besek dan daun. Langkah ini dirasa krusial mengingat manajemen distribusi pangan saat Iduladha seringkali menghasilkan tumpukan sampah sisa plastik serta rawan mengalami kontaminasi kuman jika tidak ditangani dengan standar gizi yang tepat.
Sebelum terjun langsung membantu panitia qurban, mahasiswa terlebih dahulu menyusun instrumen pengawasan berupa checklist penanganan daging qurban yang diadaptasi langsung dari prinsip mata kuliah Hazard Analysis Critical Control Point (HACCP). “Melalui instrumen ini, mahasiswa mengidentifikasi titik-titik kritis yang rawan menurunkan kualitas daging. Mahasiswa memantau mulai dari proses persiapan lokasi, penyembelihan hewan kurban, pemotongan daging, hingga pengemasan dengan menggunakan kantung plastik putih yang dipisahkan antara daging dengan jeroan dan pendistribusian kepada warga dilakukan secara gotong royong oleh seluruh bapak-bapak dan para pemuda setempat. Tujuannya agar daging yang sampai ke tangan mustahik terjamin kebersihan, kehalalan, serta kesehatannya,” ujar Anggun, selaku mahasiswa yang terlibat dalam kegiatan tersebut.
Aksi nyata mahasiswa gizi UNISA Yogyakarta ini disambut hangat oleh warga setempat. Salah satu warga Rt 004 Dusun Abang, Bapak Wagiman, mengungkapkan bahwa kehadiran mahasiswa memberikan wawasan baru yang sangat aplikatif bagi panitia pelaksana qurban, “Edukasi mengenai penggunaan pembungkus ramah lingkungan seperti besek dan daun ini membuka mata kami. Selama ini kami hanya fokus pada teknis penyembelihan biasa, namun sekarang kami paham pentingnya menjaga aspek higiene dan lingkungan demi kenyamanan bersama sesuai syariat Islam yang rahmatan lil ‘alamin,” tutur beliau.
Ke depan, hal yang perlu ditingkatkan mengenai penggunaan pembungkus ramah lingkungan seperti besek dan daun antara lain penyediaan kemasan yang lebih memadai, edukasi berkelanjutan kepada masyarakat, serta dukungan panitia qurban dalam mengurangi penggunaan plastik sekali pakai. Dengan langkah tersebut, distribusi daging kurban diharapkan menjadi lebih ramah lingkungan tanpa mengurangi aspek kebersihan dan keamanan pangan.
Selain memberikan rekomendasi dan asistensi langsung di tempat penyembelihan/ disampaikan kepada salah satu panitia penyembelihan, hasil dari Proyek Fikih Hijau ini dipublikasikan oleh mahasiswa dalam bentuk video edukasi kreatif berdurasi 3-5 menit melalui platform YouTube. Melalui sinergi akademik ini, program studi S1 Gizi UNISA Yogyakarta berharap dapat terus mencetak calon ahli gizi yang tidak hanya unggul di bidang klinis dan institusi, tetapi juga memiliki kepekaan sosial serta kepedulian tinggi terhadap kelestarian ekologi bangsa.
Kontributor: Anggun Wadianing Rahajeng*
Mahasiswa S1 Gizi Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta
