Dapatkan berita terbaru Cabang, Ranting dan Masjid Muhammadiyah di WhatsApp

Q
Logo Lpcr New

Kantor Jogja

Jalan KH. Ahmad Dahlan
No. 103 Yogyakarta 55262

Hubungi Kami

(0274) – 375025
0857 2963 8181 (WA)

LPCR.OR.ID – Nganjuk, 27 Mei 2026 – Mahasiswa Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta melaksanakan kegiatan edukasi dengan tema Kurban Ramah Lingkungan dalam Perspektif Fikih Hijau kepada masyarakat Dusun Klanjer, Desa Kuncir, Kecamatan Ngetos, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, pada Rabu (27/5/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi pembelajaran Mata Kuliah Islam dan IPTEK yang bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga kelestarian lingkungan dalam pelaksanaan ibadah kurban.

Kegiatan diawali dengan penyampaian materi mengenai konsep Fikih Hijau, yaitu pendekatan yang mengintegrasikan nilai-nilai keislaman dengan kepedulian terhadap lingkungan. Dalam penyuluhan tersebut, mahasiswa menjelaskan berbagai praktik kurban yang ramah lingkungan, seperti pengelolaan limbah penyembelihan yang baik, menjaga kebersihan area pemotongan hewan, serta mengurangi penggunaan bahan yang berpotensi mencemari lingkungan.

Selain memberikan edukasi, mahasiswa juga mengajak masyarakat untuk memahami bahwa menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan merupakan bagian dari tanggung jawab bersama. Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat dapat menerapkan prinsip-prinsip Fikih Hijau dalam pelaksanaan ibadah kurban sehingga tercipta lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan.

Dosen pengampu Mata Kuliah Islam dan IPTEK, Sri Lestari Linawati, menyampaikan kepada mahasiswa dalam proses perkuliahan mengenai pentingnya mengintegrasikan nilai-nilai keislaman dengan kepedulian terhadap lingkungan melalui konsep Fikih Hijau. Menurutnya, pelaksanaan ibadah kurban tidak hanya berorientasi pada pemenuhan syariat, tetapi juga harus memperhatikan aspek kebersihan dan kelestarian lingkungan. “Melalui Fikih Hijau, kita diajak untuk memahami bahwa menjaga lingkungan juga merupakan bagian dari ajaran Islam. Saat melaksanakan ibadah kurban, masyarakat tidak hanya memperhatikan ketentuan syariat, tetapi juga kebersihan dan pengelolaan lingkungan di sekitar. Saya berharap dengan adanya kegiatan ini dapat meningkatkan kepedulian mahasiswa dan masyarakat terhadap lingkungan serta mendorong pelaksanaan kurban yang lebih bersih dan ramah lingkungan,” ujar Sri Lestari Linawati saat memberikan materi Mata Kuliah Islam dan IPTEK kepada mahasiswa.

Kegiatan edukasi ini menjadi salah satu bentuk pengabdian mahasiswa kepada masyarakat sekaligus implementasi nilai-nilai Islam yang berorientasi pada keberlanjutan lingkungan. Melalui kolaborasi antara mahasiswa, dosen, dan masyarakat, diharapkan praktik kurban ramah lingkungan dapat semakin dikenal dan diterapkan secara luas di berbagai daerah.

Kontributor: Susi Lestiawati Loban*
Mahasiswa prodi Gizi Universitas ‘Asyiyah Yogyakarta. Aktif mengikuti organisasi Hizbul Wathon dan memiliki minat dalam penerapan ilmu gizi untuk mendukung pola hidup sehat.

Bagikan