LPCR.OR.ID – Mahasiswa Program Studi D4 Keperawatan Anestesiologi Universitas Aisyiyah Yogyakarta melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertajuk “Hujan adalah Rahmat: Memanen Air Hujan sebagai Fikih Hijau” di Masjid Al-Muharram. Kegiatan ini dilakukan sebagai upaya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan dan pemanfaatan air hujan sebagai sumber daya yang bernilai serta sebagai bentuk kepedulian terhadap pelestarian lingkungan, yang selaras dengan nilai-nilai Islam.
Kegiatan ini melibatkan pengurus masjid dan masyarakat sekitar, dengan narasumber sekaligus informan utama, Bapak Ananto, yang memiliki pemahaman mendalam mengenai pengelolaan lingkungan dan pemanfaatan air hujan di lingkungan Masjid Al-Muharram.
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa terlibat dalam edukasi, diskusi, dan wawancara mengenai pemanenan air hujan serta penerapan konsep fikih hijau. Konsep ini menekankan pentingnya menjaga dan melestarikan lingkungan sebagai bagian dari tanggung jawab manusia sebagai khalifah di bumi. Dalam wawancara dengan Bapak Ananto, mahasiswa mendapatkan informasi mengenai cara pemanfaatan air hujan dan berbagai upaya yang telah dilakukan untuk mendukung konservasi air di sekitar masjid. Air hujan, yang sering dianggap sebagai limpasan semata, ternyata bisa dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan, seperti penyiraman tanaman, kebersihan lingkungan, serta kebutuhan nonkonsumsi lainnya.
Kegiatan yang berlangsung di Masjid Al-Muharram ini dilakukan secara interaktif, melalui penyampaian materi, diskusi, dan sesi tanya jawab yang memungkinkan peserta memahami manfaat pemanenan air hujan secara lebih mendalam. Edukasi ini penting dilakukan mengingat masih banyak masyarakat yang belum memahami bahwa air hujan dapat menjadi sumber daya alternatif yang bermanfaat jika dikelola dengan baik. Dengan meningkatnya kebutuhan air bersih dan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan, kegiatan ini menjadi semakin relevan.
Melalui program “Hujan adalah Rahmat: Memanen Air Hujan sebagai Fikih Hijau,” mahasiswa berharap masyarakat dapat memandang hujan sebagai anugerah dari Allah SWT yang perlu dimanfaatkan secara bijaksana dan tidak disia-siakan. Kegiatan ini diharapkan juga mampu mendorong masyarakat untuk menerapkan praktik pemanenan air hujan dalam kehidupan sehari-hari, serta menjadikan Masjid Al-Muharram sebagai pusat edukasi lingkungan yang mengintegrasikan nilai-nilai keislaman dengan upaya pelestarian alam demi terciptanya lingkungan yang lebih berkelanjutan.
Kontributor: Naura Humaira Hasan
Mahasiswa Universitas Aisyiyah Yogyakarta
