Dapatkan berita terbaru Cabang, Ranting dan Masjid Muhammadiyah di WhatsApp

Q
Logo Lpcr New

Kantor Jogja

Jalan KH. Ahmad Dahlan
No. 103 Yogyakarta 55262

Hubungi Kami

(0274) – 375025
0857 2963 8181 (WA)

LPCR.OR.ID – Sleman —Sembilan mahasiswa laki-laki dari Program Studi D4 Keperawatan Anestesiologi Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta melaksanakan aksi nyata bertajuk program “Fikih Hijau”. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dipusatkan secara langsung di Gedung Muhammadiyah Banyuraden, Area Sawah, Banyuraden, Kapanewon Gamping, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Aksi kepedulian lingkungan tersebut digelar secara produktif pada Ahad Wage, 17 Mei 2026.

Kegiatan dimulai tepat pukul 07.00 WIB yang diawali dengan keikutsertaan para mahasiswa dalam agenda Pengajian Rutin Ahad Wage. Gerakan kebersihan ini dilaksanakan melalui kolaborasi erat dengan menggandeng jajaran jajaran pengurus serta kader dari Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) dan Pimpinan Ranting ‘Aisyiyah (PRA) Banyuraden sebagai mitra utama di lapangan.

Selama proses pengerjaan proyek ekologis di pekarangan gedung tersebut, para mahasiswa mendapatkan pendampingan teknis serta bimbingan langsung dari tokoh Muhammadiyah Banyuraden setempat, Ustadz Luswikantoro Haris. Kehadiran beliau di lokasi memberikan suntikan motivasi moril yang besar kepada seluruh peserta yang sedang bertugas.

Dalam pelaksanaannya, para mahasiswa membagi tugas untuk membersihkan area halaman luar dan pekarangan Gedung Muhammadiyah Banyuraden. Seluruh limbah domestik dikumpulkan secara bergotong-royong, kemudian dipisahkan berdasarkan karakteristik bahannya guna mempermudah proses eksekusi penanganan sampah berikutnya.

“Melalui kegiatan ini, kami belajar bahwa menjaga lingkungan dapat dimulai dari hal sederhana. Pembuatan tempat sampah dari ember bekas menjadi pengalaman yang berkesan sekaligus menambah kreativitas kami dalam memanfaatkan barang yang sudah tidak terpakai,” tutur Muhammad Khairil Azmi ketua kelompok laki-laki.

Daur Ulang Kreatif dan Pembuatan Kompos Alami

Kegiatan kemudian berfokus pada aksi daur ulang kreatif (upcycling), di mana para mahasiswa menyulap ember-ember plastik wadah cat dinding bekas pembangunan gedung Muhammadiyah Banyuraden menjadi tempat sampah pilah yang representatif. Ember-ember bekas tersebut dibersihkan dari sisa cat lama, dicat ulang dengan warna yang rapi, serta diberi stiker khusus untuk memisahkan kategori sampah organik dan sampah anorganik bagi pengguna gedung.

Selain menyediakan unit tempat sampah pilah baru, mahasiswa keperawatan anestesiologi ini juga menggali lubang tanah khusus di area pekarangan belakang gedung. Lubang tanah tersebut difungsikan secara spesifik untuk menampung dan mengubur limbah hijau domestik, seperti rumput liar, semak belukar, serta dedaunan kering hasil pembersihan agar dapat membusuk secara alami menjadi pupuk kompos yang menyuburkan tanah sekitar.

Pihak persyarikatan menyambut baik dan memberikan apresiasi langsung terhadap hasil kerja nyata para mahasiswa di lokasi kegiatan. Perwakilan Pimpinan Ranting Muhammadiyah Banyuraden menilai aksi ini sebagai contoh kreativitas positif yang memberikan solusi fasilitas kebersihan praktis bagi warga persyarikatan.

Menjelang tengah hari, seluruh aktivitas fisik dijeda sejenak untuk memasuki waktu istirahat, shalat, dan makan (ishoma). Para mahasiswa bersama pengurus PRM dan PRA Banyuraden berjalan bersama menuju Masjid Mujahidin untuk melaksanakan ibadah shalat Dzuhur berjamaah, lalu dilanjutkan dengan agenda makan siang bersama pengurus. Setelah jeda istirahat selesai, mahasiswa kembali bergotong-royong merampungkan sisa pekerjaan teknis di lapangan. Seluruh mahasiswa memastikan tempat sampah dari ember bekas dan lubang tanah organik siap dioperasikan penuh oleh pengelola kawasan, yang kemudian ditutup dengan sesi foto bersama sebagai dokumentasi resmi berakhirnya program.

Bagikan